Desah Di Kamar Sebelah
“Mama nggak pengen nitip apa-apa. Mama cuma pengen kalian cepat sampai aja. Udah!”
“Iya, Ma. Bentar, ya. Nalen boleh matiin sebentar teleponnya?” tanya Nalen kian tak tenang saja.
“Iya, Nak, boleh. Tapi, kalau ada apa-apa, Mama telepon kamu, ya?”
“Iya, siap. Assalamualaikum, Ma,” pungkas Nalen tak tega.
“Waalaikumsalam. Hati-hati ya, Nak.”
Klik. Sambungan telepon pun langsung Nalen putuskan. Terasa degupan di jantungnya masih berdetak sangat cepat, tak seperti biasanya.