Istri Super Jorok
"Panci di rumah masih ada, kenapa tak memberi baju yang tadi?"
Aku sempat melihat Marni terkagum melihat baju yang dipajang di manekin, tapi setelah itu dia berlalu begitu saja.
"Di sini harga baju mahal-mahal. Masa baju seperti itu harganya hampir dua juta, buang-buang uang Mas. Bagusan beli panci, bisa digunakan untuk memasak."
Aku tak berdaya, bahkan saat kuajak Marni ke toko perhiasan yang ada di dalam mall, dia tak tertarik sedikit pun.