Tergoda! Mantanku Om-Om
Abimana mempersilahkan Raniya untuk memasuki ruangan yang sengaja disterilkan dari selain mereka, hanya berdua saja.
Raniya memeta sekitar, lalu menatap Abimana.
“Cafe siapa?” tanyanya.
“Ronal, temanku. Ini bukan club malam, tapi cafe model pelayanan indoor ini sering disewa untuk acara privat bagi mereka yang ingin bersenang-senang tanpa datang ke club malam bercampur banyak orang … semua pekerja pulang selesai menyiapkan, dipastikan nggak ada yang melihat ini atau tau. Kamu bebas!” terang Abimana menyusuri sudut meja di depan, dari kolong meja itu kedua tangannya membawa keluar dua pasang botol minuman beralkohol utuh, lalu membukanya tanpa mengalihkan tatapannya dari wajah Raniya. “Mau di
Bab Populer