Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Madu Dari Dunia Lain

Madu Dari Dunia Lain

Tubuhnya memang tidak terlalu kurus juga gemuk, sehingga terlihat sangat cocok dia mengenakan kebaya yang begitu pas di tubuhnya. "Saya Bi Unah, Non. Orang yang membantu Tuan mengerjakan pekerjaan rumah. Kalau zaman sekarang namanya itu asisten rumah tangga. Begitu ya?" tanyanya, membuat Helsa beroh-ria. Dia akhirnya tahu jika rumah mewah ini memang dibantu dibersihkan, dan orang itu Bi Unah. Wanita itu menghela napasnya pelan, akhirnya dia mempunyai teman sekedar untuk mengobrol.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as mantra bumi coffee
Read
+Library
MENANTU AMBURADUL

MENANTU AMBURADUL

“Hehhee sorry lupa saking kagetnya ada orang cantik bertamu ke sini. Boleh May, silahkan.” Entah kenapa hanya melihat dari cara duduk perempuan konglomerat ini saja sudah nampak elegan sekali. Belum hal lain. Kalau Aku yang duduk, beda kesan lagi mungkin. Sudah kayak kuda lumping. Hahahaha. “Datang, ya,” ucapnya dan masih tampak elegan. Tangan Maya menyodorkan sebuah undangan berwarna maroon perpaduan gold tebal yang tampaknya mahal.
1011.6K viewsOngoingAdded to Library 349 Times as mantra bumi coffee
Read
+Library
Dimanja Paman Mantan

Dimanja Paman Mantan

Ammar tersenyum tipis, dan mendekat pelan ke arah Baskoro. "Coba saja rusak acara pesta ini. Saya pastikan dalam hitungan detik, perusahaan anda akan bangkrut seketika," bisik Ammar, membuat Baskoro menegang. Ammar tersenyum simpul, dan menjauhkan diri dari Baskoro. Lelaki itu menjadi tegang dan tidak lagi berani bersuara. "Ayah," tegur Zoya. Baskoro nampak linglung. "Yah, kenapa?" tanya Mona, menatap heran pada reaksi suaminya, setelah dibisiki Ammar.
105.5K viewsCompletedAdded to Library 192 Times as mantra bumi coffee
Read
+Library
Cinta di Bumi Turky

Cinta di Bumi Turky

tempatnya tidak jauh memang. "Mau pesan apa bu? Kopi teh" tawar Sancar. "Cappucino saja pak" kataku akhirnya, Sancar mempersilahkanku duduk terlebih dahulu sedangkan dia ke kasir memesan, ku lihat dari cara dia berjalan dan cara dia mempersilahkan tamunya dia orang yang cukup baik, tapi baik seseorang tidak bisa diukur dari pengelihatan saja kan. Ku perhatikan dari jauh beberapa orang langsung mengenali Sancar, langsung dari tiga orang lainya ikut nimbrung
104.9K viewsOngoingAdded to Library 113 Times as mantra bumi coffee
Read
+Library
Mr. Mint And Miss Coffee

Mr. Mint And Miss Coffee

Sejak tadi Andy hanya berdiri di depan meja pemesanan, tanpa mengatakan apa pun membuat gadis pelayan di depannya mau tak mau bertanya. “Satu cangkir espresso dibuat dengan suhu 90 sampai 96 derajat celcius, gunakan termometer untuk mengukur suhunya, aku tak mau terlalu panas, jadi pastikan keakuratannya. Lalu perhatikan tingkat kelarutan kopi harus sesuai 1.25 – 1.45 tds, jangan sampai salah!” Kedua mata pelayan itu hanya membelalak kaget, dia tak menyangka lelaki yang terlihat sangat tampan dengan balutan jas mahal di depannya itu ternyata seorang pelanggan yang sangat menyebalkan!
101.9K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as mantra bumi coffee
Read
+Library
Dear Mantan

Dear Mantan

Semua orang, sibuk dan tidak sedang berada di rumah. Risma menghempaskan diri di sofa empuk juga mahal, ia menyilangkan kaki dan menjentikkan kuku indahnya. "Tolong, buatkan saya minuman." Risma berucap, seolah sibuk dengan kuku hasil nyalon sebelum datang ke rumah Jimmy. "Jus Alpukat, esnya yang banyak. Dan, gulanya dikit aja. Kebetulan, saya sedang diet."
1012.7K viewsOn holdAdded to Library 444 Times as mantra bumi coffee
Read
+Library
NAYANIKA: Gadis Pengganti di Malam Pertama

NAYANIKA: Gadis Pengganti di Malam Pertama

"Belum ada. Masih cari-cari yang lebih baik ini juga. Palingan paruh waktu di cafe. Gajinya lumayan lah. Bisa buat jajan." "Cafe mana??" tanya Andre. "Cafe Jupiter." "Oh itu. Iyalah, lumayan buat tambah-tambah biaya lahiran juga kan?" "Iya makanya. Lumayan." Keduanya mengobrol tapi Nayanika cepat-cepat menghabiskan makanannya. Jadi saat Nayanika menguap karena kekenyangan, Bumi langsung peka dan mengakhiri percakapannya. "Kamu udah makannya?" tanya Bumi dan Nayanika pun menjawab dengan anggukan.
102.5K viewsCompletedAdded to Library 100 Times as mantra bumi coffee
Read
+Library
DI BAWAH PENGARUH MANTRA

DI BAWAH PENGARUH MANTRA

Jadi selama ini dia dihalangi untuk bisa merasakan tulang, dan baru mulai kemarin sore bisa merasakannya. “Sepertinya mantranya ditanam di tulangmu.” Gurunya yang berwajah teduh dan bertutur kata tenang menjelaskan bahwa mantra itu ditanam di tulangnya! Seluruh badan! Pantas powerful sekali. “Jadi di meditasi berikutnya rasakan seluruh tulang dengan kepasrahan total,” ulang Pak Marta mewanti-wanti. “Kepasrahan yang absolut kepada Tuhan.”
103.0K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as mantra bumi coffee
Read
+Library
Bosku, Mantanku!

Bosku, Mantanku!

Sungguh menyesakkan! Aku memutuskan untuk membuat kopi di pantry. Perpaduan antara hujan dan malam yang semakin larut, membuatku terbawa kantuk. Aku sengaja membuat kopi hitam tanpa gula agar kafein yang kuminum dapat bekerja dengan baik. Setelahnya, aku membawa cangkir berisi kopi ke meja kerjaku. Baru saja melangkah keluar dari pantry, kakiku seketika berhenti saat melihat bos keluar dari ruang kerjanya lengkap dengan tas yang digendongnya. Lah? Dia mau kemana?
3.7K viewsOngoingAdded to Library 140 Times as mantra bumi coffee
Read
+Library
Kakak Cantik, Jadi Mamiku!

Kakak Cantik, Jadi Mamiku!

Dia menoleh ke kanan dan kiri ternyata kafe sedang sepi. “Bum, bisa bicara berdua sebentar? Ada beberapa hal yang ingin kutanyakan kepadamu,” ucap Aruna. “Tentu,” balas Bumi sedikit bingung. Aruna dan Bumi pun akhirnya duduk berdua. Aruna minum latte yang dibuatkan Bumi sebelum dia membahas apa yang ingin dibicarakan. “Apa ada masalah?” tanya Bumi penasaran.
1029.0K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as mantra bumi coffee
Read
+Library
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status