Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sorry, cause I Love You

Sorry, cause I Love You

Konon, kopi itu begitu mahal sebab biji Geisha Coffee Hacienda la Esmeralda hanya tumbuh di Volcán Barú, yakni gunung tertinggi di Panama. Ia bersandar dan memutar kursi hidroliknya 360° dan membiarkannya berputar-putar. Kepalanya pening bukan kepalang. Ia menggeleng tanpa kentara, mencoba menyingkirkan segala beban yang menggeliat liar dipikirannya. Suara ketukan pintu seketika membuyarkan lamunan Jack. Ia menautkan alis. Mengusap wajahnya lalu berujar, "masuk!"
109.3K viewsCompletedAdded to Library 203 Times as mantra bumi coffee
Read
+Library
Ayah Beranak Tiga yang Hebat

Ayah Beranak Tiga yang Hebat

Kalau tadi dia telat sedetik, dia akan ketahuan oleh sopirnya. Dia duduk di kursinya, kemudian menghabiskan kopinya yang tersisa. Setelah itu, dia berjalan ke kasir untuk memilih biji kopi. "Aku mau yang termahal." Pelayan itu menjelaskan, "Kopi Gunung Biru ini yang termahal, tapi rasanya sangat murni dan ia ditanam secara buatan." "Yang ini saja." Lauren membeli dua bungkus biji kopi, kemudian dia pergi ke toko hewan peliharaan untuk membeli camilan buat Miumiu. Setelah itu, dia baru pulang ke rumah.
9.6402.6K viewsCompletedAdded to Library 12.9K Times as mantra bumi coffee
Show Reviews (172)
Read
+Library
sheirra
dr awal yasmin jadi sasaran mainan diperlakukan ga mati2, trus yg mukul juga bebas rachel irene..kpn giliran mrk merasakan apa yg yasmin diperlakukan thor...sungguh baca crita ini 2bab aja gt2 trus mati hidup,hidup mati.
Dhita Febrina
apakah disini ada yg tau judul novel aslinya?? pengen bangt baca yg aslinya ini novel dan gak muter² trus ceritanya.. bener² udh muak sma jalan ceritanya. please yg tau judul aslinya ini novel kasih tau ya, Thank you...
Read All Reviews
Hello, Mantan!

Hello, Mantan!

Lalu, “Mbak Hagia mau kopi?” Hagia mendongak dan mengerjap beberapa kali. “Hah?” “Saya tadi beli dua.” Moreno mengangkat salah satu gelas kopi yang masih berada di tangannya. “Buy one get one free. Sayang kalau nggak diminum.” “Tapi saya—” “Ini coffee latte.” Moreno menyela pelan sambil mengulurkan gelas tersebut. Dan Hagia masih saja tertegun. “Mbak Hagia suka coffee latte, kan?”
1017.4K viewsOngoingAdded to Library 645 Times as mantra bumi coffee
Read
+Library
MENANTU PILIHAN MAMA

MENANTU PILIHAN MAMA

Kurang lebih 30 menit dan akhirnya mereka sampai di café bunga, tempat di mana mereka melakukan pertemuan. Gita menoleh ke belakang menatap putrinya. “Sayang, turun yuk!” “Iya, Ma.” Gita menggenggam tangan Melody yang terasa begitu dingin. Ia tahu apa yang dirasakan putrinya saat ini. Mereka mamasuki café tersebut untuk menemui Keluarga Abi putra. Ardana merasa mereka sudah sampai lebih dulu. Dan seperti dugaannya, Keluarga Abi putra sudah menunggunya di café sejak beberapa menit yang lalu. “Selamat malam!” sapa Ardana
933 viewsOngoingAdded to Library 26 Times as mantra bumi coffee
Read
+Library
Pesona Istri Dadakan CEO

Pesona Istri Dadakan CEO

Al dan Clair telah pergi. Tinggallah Cal dengan rasa penatnya. Untuk mengusir semua itu, Cal pun memutuskan untuk mengunjungi WellCoffee. “Terima kasih,” ucapnya pada seorang pramusaji yang baru saja menaruh secangkir café con miel, varian kopi dibuat dari campuran espresso, madu, susu serta taburan kayu manis. Ketika jemari lentiknya hendak meraih gagang cangkir, lagi, Cal tersentak mendapati seorang pria duduk di hadapannya.
9.950.0K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as mantra bumi coffee
Read
+Library
Rahasia Kekayaan Sang Barista

Rahasia Kekayaan Sang Barista

Aroma halus kayu cendana dari diffuser memenuhi udara, memberi kesan hangat yang mewah. Di tengah suasana itu, minuman premium mulai dihidangkan. Anggur merah vintage dituangkan ke gelas kristal, sementara kopi spesial Arabica dari Ethiopia menjadi pilihan mereka yang tidak ingin alkohol. Xander duduk sendirian di sudut ruangan. Tatapannya mengamati ke sekeliling dengan tenang, seperti seorang pemain catur yang memperhatikan bidak lawan. Di sisi lain, keluarga inti Tjiang berkumpul mengerubungi Tuan William Tjiang.
1038.0K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as mantra bumi coffee
Read
+Library
Dimanja Om Tampan

Dimanja Om Tampan

Bahkan ketika Mona ingin mentraktirnya makan, Lilly menolak dengan tegas. ”Eh, ramai sekali, ” ujar Mona sambil memperhatikan keramaian dengan mata berbinar. ”Aku dengar ada DJ tampan dari Medan yang datang Iho! " bisiknya semakin membuat Lilly penasaran. Mereka duduk sejenak, memesan minuman sebelum bergabung dengan keramaian di lantai dansa. ”koktail dua, ” ucap Mona pada bartender tampan di balik meja.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as mantra bumi coffee
Read
+Library
Ternyata Bosku Mantanku

Ternyata Bosku Mantanku

Letak kafe yang mereka tuju kebetulan dekat dengan apartemen, membuat mereka hanya berjalan kaki sebentar, tanpa harus membawa mobil. Tiba di kafe, Bintang merasakan kehangatan. Aroma kopi segar dengan suara mesin espresso yang berdesis ritmis. Jendela lebar memberi pandangan jelas ke luar, menyajikan pemandangan salju yang terus turun di luar, melengkapi kenyamanan ruangan. Dia dan Bara duduk berseberangan, memandang secangkir cokelat panas dengan whipped cream dan kopi latte berbusa, saling bertukar cerita dan tawa. Bara mengambil genggaman tangan Bintang dan berkata dengan nada hangat, dan lembut. “Dulu aku ke sini selalu sendiri. Aku senang sekarang datang ke kafe langgananku sama kamu.”
9.422.1K viewsCompletedAdded to Library 861 Times as mantra bumi coffee
Read
+Library
Mabuk Janda

Mabuk Janda

Hanya tempatnya saja yang berbeda. Perempuan itu curi-curi pandang terhadapku. Ekspresi wajahnya sulit untuk diterjemahkan. Namun, gesture tubuhnya seolah memberikan sinyal yang langsung bisa ditangkap olehku. "Tiga kopi hitam saja, dek," ucap pria bertopi safari itu pada akhirnya setelah puas menggoda penjaga warung yang sexi itu. "Pake susu Enggak, Mas?"
9.9209.1K viewsCompletedAdded to Library 6.9K Times as mantra bumi coffee
Read
+Library
Tanpa Restu

Tanpa Restu

" Sambungku. Dia meminta maaf, atas ke sok tahuannya,mempersilahkanku untuk duduk, dan mengajakku mengobrol. Jujur aku tak nyaman ketika mengobrol dengan orang yang baru kenal, namun aku berusaha bersikap baik pada pelanggan. Kami saling berkenalan satu sama lain, setelah ku tahu ternyata dia adalah pengusaha batu bara, namanya Billy.
4.5K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as mantra bumi coffee
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status