Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Hello, Mantan!

Hello, Mantan!

Lalu, “Mbak Hagia mau kopi?” Hagia mendongak dan mengerjap beberapa kali. “Hah?” “Saya tadi beli dua.” Moreno mengangkat salah satu gelas kopi yang masih berada di tangannya. “Buy one get one free. Sayang kalau nggak diminum.” “Tapi saya—” “Ini coffee latte.” Moreno menyela pelan sambil mengulurkan gelas tersebut. Dan Hagia masih saja tertegun. “Mbak Hagia suka coffee latte, kan?”
1014.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 537 Beses bilang mantra bumi coffee
Read
+Library
Istri yang Tak Diinginkan dan Kembaran Rahasianya

Istri yang Tak Diinginkan dan Kembaran Rahasianya

Kursi-kursi kulit yang telah usang terasa nyaman dan lukisan lokal menempel indah pada dinding. "Selamat datang di Kafe Bija Kuprum!" Antusiasme sang barista tampak begitu asli, tidak dibuat-buat. Papan nama yang dia pakai bertuliskan "Anwar". Senyumnya sangat lebar saat dia menatapku dan bertanya, "Pertama kali di sini?" Aku mengangguk, entah mengapa merasa tersentuh dengan sambutannya. "Kalau begitu, kamu harus coba kopi andalan kami yang dibuat dari biji kopi Kombula dengan sentuhan vanila dan kulit jeruk. Percaya padaku, rasanya pasti bikin kamu ketagihan."
109.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 271 Beses bilang mantra bumi coffee
Read
+Library
BODYGUARD KESAYANGAN

BODYGUARD KESAYANGAN

“Seperti air kolam kena lumut tidak pernah dibersihkan.” “Ini namanya green tea, Pak, teh hijau gitu. Biasanya, sih, bodyguard Aya yang dulu sukanya mereka pesen black coffe. Kan, lakik banget kesannya, jadi maskulin energynya keluar. Nah, Bapak mau coba yang ini juga atau yang ini?” Putri Cahaya memberikan dua pilihan antara black coffe atau green tea. “Atau keduanya juga boleh, Pak.”
106.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 233 Beses bilang mantra bumi coffee
Read
+Library
30 Hari Bertukar Badan

30 Hari Bertukar Badan

Dengan enggan, karena takut itu telpon dari penulis novel yang akan minta bimbingan padanya, tapi takut penting membuatnya menyipit dan melotot, “Tamara? Gue! Itu gue yang nelpon! Enggak-enggak, maksudnya itu si Kirana. Pasti si Kirana.” “Halo?” suara disebrang telpon membuat Tamara melongo. “Ki-Kirana?” “Tamara?” “Kirana, ini elo ‘kan?” “I-iya. Tamara, aku harus apa? Aku... gak tahu harus ngapain.” “Eum, lo buatin mama minuman Lemon campur Chia Seed, lo juga bikinin kopi buat mas Reno. Kopi Ekspresso instan. Lo tinggal masukin kapsul Excelco ke coffee maker, ya.. lo tahu lah ya. Udah tugas lo itu aja.”
1.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 51 Beses bilang mantra bumi coffee
Read
+Library
MENANTU PILIHAN MAMA

MENANTU PILIHAN MAMA

Kurang lebih 30 menit dan akhirnya mereka sampai di café bunga, tempat di mana mereka melakukan pertemuan. Gita menoleh ke belakang menatap putrinya. “Sayang, turun yuk!” “Iya, Ma.” Gita menggenggam tangan Melody yang terasa begitu dingin. Ia tahu apa yang dirasakan putrinya saat ini. Mereka mamasuki café tersebut untuk menemui Keluarga Abi putra. Ardana merasa mereka sudah sampai lebih dulu. Dan seperti dugaannya, Keluarga Abi putra sudah menunggunya di café sejak beberapa menit yang lalu. “Selamat malam!” sapa Ardana
816 viewsOngoingIdinagdag sa Library 22 Beses bilang mantra bumi coffee
Read
+Library
Pesona Istri Dadakan CEO

Pesona Istri Dadakan CEO

Al dan Clair telah pergi. Tinggallah Cal dengan rasa penatnya. Untuk mengusir semua itu, Cal pun memutuskan untuk mengunjungi WellCoffee. “Terima kasih,” ucapnya pada seorang pramusaji yang baru saja menaruh secangkir café con miel, varian kopi dibuat dari campuran espresso, madu, susu serta taburan kayu manis. Ketika jemari lentiknya hendak meraih gagang cangkir, lagi, Cal tersentak mendapati seorang pria duduk di hadapannya.
9.949.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.3K Beses bilang mantra bumi coffee
Read
+Library
Rahasia Kekayaan Sang Barista

Rahasia Kekayaan Sang Barista

Dalam sekejap, dataran kecil itu berubah menjadi kafe outdoor dadakan yang nyaman. Saat air mulai mendidih, Xander dengan terampil menyiapkan espresso menggunakan alat portable. Tidak lama kemudian, tiga cangkir kaleng berisi espresso panas tersaji di atas meja lipat yang kokoh. Semilir angin gunung membawa aroma kopi yang harum, memenuhi udara dan segera menggugah Clara dari kelelahan. Clara membuka matanya, seolah tidak percaya dengan pemandangan di hadapannya.
1037.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.4K Beses bilang mantra bumi coffee
Read
+Library
Dimanja Om Tampan

Dimanja Om Tampan

Bahkan ketika Mona ingin mentraktirnya makan, Lilly menolak dengan tegas. ”Eh, ramai sekali, ” ujar Mona sambil memperhatikan keramaian dengan mata berbinar. ”Aku dengar ada DJ tampan dari Medan yang datang Iho! " bisiknya semakin membuat Lilly penasaran. Mereka duduk sejenak, memesan minuman sebelum bergabung dengan keramaian di lantai dansa. ”koktail dua, ” ucap Mona pada bartender tampan di balik meja.
1.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 38 Beses bilang mantra bumi coffee
Read
+Library
Ternyata Bosku Mantanku

Ternyata Bosku Mantanku

Letak kafe yang mereka tuju kebetulan dekat dengan apartemen, membuat mereka hanya berjalan kaki sebentar, tanpa harus membawa mobil. Tiba di kafe, Bintang merasakan kehangatan. Aroma kopi segar dengan suara mesin espresso yang berdesis ritmis. Jendela lebar memberi pandangan jelas ke luar, menyajikan pemandangan salju yang terus turun di luar, melengkapi kenyamanan ruangan. Dia dan Bara duduk berseberangan, memandang secangkir cokelat panas dengan whipped cream dan kopi latte berbusa, saling bertukar cerita dan tawa. Bara mengambil genggaman tangan Bintang dan berkata dengan nada hangat, dan lembut. “Dulu aku ke sini selalu sendiri. Aku senang sekarang datang ke kafe langgananku sama kamu.”
9.419.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 776 Beses bilang mantra bumi coffee
Read
+Library
My Crazy Boss (Indonesia)

My Crazy Boss (Indonesia)

Membuat sosok itu harus kembali menyetrika ulang baju-bajunya sebanyak itu. "Sis ...." "Paan?" jawab sosok itu ketus, tampak sangat jelas sosok itu begitu kesal dan marah. "Nih buat lu!" Arnold menyodorkan botol berukuran satu liter berisi kopi macchiato merek kenamaan itu. Sisca melirik sekilas, matanya terbelalak menatap botol dengan bulir air yang menempel di dinding luar botol. Kopi ini kesukaannya! Enak dan tidak terlalu mahal macam kopi famous itu.
9.7592.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 19.0K Beses bilang mantra bumi coffee
Ipakita ang mga Review (82)
Read
+Library
Ruby♡
Plotnya bagus banget thorrr, makin penasaran dengan kelanjutan ceritanya ♡♡♡ Guys jangan lupa mampir di ceritaku berjudul "Hello Ms.Joa!" Genre: Romance, Manipulatif, Mafia, Crime, Mystery. Semoga terhibur ya~~~...
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Basahin ang Lahat ng Review
PREV
1234568
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status