Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Serendipity in Magnanimous

Serendipity in Magnanimous

Titan sedang berpikir keras varian rasa apa yang akan ia beli antara vanilla, durian, atau green tea, lalu terdengar suara seseorang yang sudah belakangan ini ia cap sebagai suara orang kampret lainnya. "Mbok, Cappucinonya satu dong!" Itu suara Bams yang terdengar dari depan kios. "Kok tumben Capuccino? Biasanya Es jeruk?" Mbok Ijah mengambil satu cup kopi dari dalam plastik. "Si Tristan ini yang nitip. Yaudah bikinin ya, Mbok. Mau beli nasi goreng dulu di sebelah." Bams menyerahkan sejumlah uang lalu pergi.
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 226 kali sebagai mantra bumi coffee
Baca
+Pustaka
Gairah Terpendam Ibu Kost

Gairah Terpendam Ibu Kost

Aroma biji kopi Arabica Flores yang baru digiling mengepul tipis dari cangkir keramik berukir emas di atas meja kayu jati tua. Pagi itu, terik matahari Menteng menyaring lewat dedaunan mahoni, memantulkan bayangan belang-belang di atas permukaan aspal halaman kafe terbuka. Darius Waluyo melonjak dari kursinya, manik matanya membelalak lebar menangkap sosok Bima Prasetyo yang berdiri di hadapannya.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai mantra bumi coffee
Baca
+Pustaka
Mustika Naga Bumi

Mustika Naga Bumi

Nama jurusnya pun sama dan hanya ada tambahan Mustika di bagian depan. Dari penjelasan yang ada di dalam kitab Serat alam, jurus Mustika Naga Bumi Pemusnah Alam adalah jurus terkuat yang ada di dua kitab. Dampak yang bisa dihasilkan dari jurus tersebut adalah mampu membuat sebuah bukit besar hancur lebur menjadi serpihan. Hari demi hari dilalui Aji dengan terus berlatih tanpa henti. Dia tidak merasa lelah sedikit pun meski harus berlatih siang malam.
8.3371.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.7K kali sebagai mantra bumi coffee
Tampilkan Ulasan (114)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang promo y kk LEGENDA RAJA PENDEKAR Kisah perjalanan seorang pendekar muda bernama Jiu Long, hingga mencapai tingkat derajat tertinggi di dunia kependekaran saat itu. Menjadi orang nomor 1 di dunia persilatan dan mendapat julukan sebagai RAJA PENDEKAR. Jangan lupa mampir ya. Terima kasih...
ady lazuardy
Mohon maaf cerita ini tidak bisa di lanjutkan lagi karena penulis nya meninggal ketika melawan raja wanajaya. Bagi yang belum baca jangan di mulai,bagi yang sudah baca jangan lanjut lagi. Mohon maaf dan doa dari para pembaca semoga penulis mendapat tempat yang layak disisi-NYA. Amin.
Baca Semua Ulasan
Setelah Kau Pergi

Setelah Kau Pergi

Sesaat ia terdiam, memilih biji kopi di antara banyak kopi dari berbagai daerah. Anita sedang melelehkan coklat batangan dengan menggunakan double boil. Sedang ia mengambil biji kopi berasal dari Sumatera. "Oh, iya. Apa kamu pernah belajar bikin latte art?" tanya Bayu, berbaur dengan suara mesin kopi.
1063.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai mantra bumi coffee
Baca
+Pustaka
Mantanku Kembali

Mantanku Kembali

Tapi aku bisa lihat matanya mulai gelisah. Kami pergi ke kafe kecil di pojok Jalan Kencana. Tempat itu punya sudut favorit Adrian: meja paling pojok dekat jendela, dengan rak buku kecil dan lampu gantung bergaya retro. Aku hampir berharap bisa melihat siluet tubuhnya di sana, menyambut kami dengan senyum lelah. Tapi lagi-lagi, meja itu kosong. Maya berjalan ke kasir dan berbicara pada salah satu barista. “Maaf, apakah kalian melihat pria ini beberapa hari terakhir?” tanyanya sambil menunjukkan foto Adrian dari ponselnya.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai mantra bumi coffee
Baca
+Pustaka
Obsesi Liar CEO

Obsesi Liar CEO

Grace mengambilnya dan dalam waktu lima menit, mesin itu kembali berfungsi normal. "Los Planes atau Blue Mountain?" tanya WIlliam yang tiba-tiba saja sudah berada di sampingnya sambil membawa dua bungkus kopi. "Uh, Blue Mountain," jawab pria sedikit kaget. Yang disebutkan oleh direktur itu adalah kopi-kopi termahal di dunia. Dia sendiri belum pernah mencicipinya, hanya pernah membaca artikel di majalah. William segera membuka bungkusan yang terbuat dari kain berserat kasar dan memasukkan biji kopi itu ke dalam mesin. Grace juga menyingkir memberikan ruang bagi pria itu mengoperasikan mesin kopi.
1047.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai mantra bumi coffee
Baca
+Pustaka
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Dan pagi itu, di ruangan kecil penuh kertas dan laptop tua, dua orang duduk berhadapan—tanpa urusan pekerjaan, tanpa tenggat, hanya secangkir kopi, tiga empat potong batagor, dan percakapan ringan yang mengalir seperti Bandung yang sedang tidak tergesa-gesa. Sari menyodorkan cangkir kopi ke arah Bumi. Uapnya naik perlahan, aromanya menenangkan. “Coba tebak, kopi ini rasa apa?” tanya Sari, matanya menyipit menggoda. Bumi mencium aromanya dulu sebelum menyesap sedikit. Ia mengangguk pelan. “Hmm… robusta. Dan kamu tambahkan sedikit kayu manis.”
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 384 kali sebagai mantra bumi coffee
Baca
+Pustaka
30 Hari Bertukar Badan

30 Hari Bertukar Badan

Dengan enggan, karena takut itu telpon dari penulis novel yang akan minta bimbingan padanya, tapi takut penting membuatnya menyipit dan melotot, “Tamara? Gue! Itu gue yang nelpon! Enggak-enggak, maksudnya itu si Kirana. Pasti si Kirana.” “Halo?” suara disebrang telpon membuat Tamara melongo. “Ki-Kirana?” “Tamara?” “Kirana, ini elo ‘kan?” “I-iya. Tamara, aku harus apa? Aku... gak tahu harus ngapain.” “Eum, lo buatin mama minuman Lemon campur Chia Seed, lo juga bikinin kopi buat mas Reno. Kopi Ekspresso instan. Lo tinggal masukin kapsul Excelco ke coffee maker, ya.. lo tahu lah ya. Udah tugas lo itu aja.”
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai mantra bumi coffee
Baca
+Pustaka
Jebakan Manis

Jebakan Manis

Saat aku masih belum puas, Liam mendekat dan menyodorkan segelas minuman. "Aku nggak minum lagi. Hari ini sudah terlalu banyak minum, kalau lanjut lagi aku nggak bisa pulang," tolakku sambil menahan sensasi aneh di bawah sana. "Ini bukan alkohol, ini jus pereda mabuk. Minum sedikit saja agar perutmu lebih nyaman.” “Apa kamu merasa nggak enak badan? Aku melihatmu terus duduk di pojok sendirian. Bagaimana kalau kuantar pulang saja sekarang?"
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai mantra bumi coffee
Baca
+Pustaka
MERTUA RASA MADU

MERTUA RASA MADU

Sebenarnya dia terlihat tidak ingin mengajakku karena merasa tidak enak akhirnya dia menyerah saja. * Mas Dirga mengetuk pintu rumah berwarna coklat tua itu, sementara menunggu aku mengedarkan pandangan dan rumah berlantai satu yang terlihat sangat bersih dan rapi. Lantaimya berkeramik putih, beberapa ornamen ukiran Jawa yang digantung di dinding depan, membuatnya nampak apik dan unik, terlihat sekali memiliki nilai ketertarikan tinggi pada seni.
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai mantra bumi coffee
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status