Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

Jawab Hanai. Ah, ini tidak seru. Masa hanya sebuah minuman yang bisa keluar dengan mantra itu? Kurang hebat aku rasa. Bahkan, di Indonesia sendiri, bisa mengeluarkan minuman hanya dengan menempelkan kartu kredit. Biasa saja, tidak hebat. “Yang bisa keluar hanya benda-benda biasa, tertentu, seperti minuman ini.” Hinia menambahkan penjelasan. Tapi menarik juga. Kapan-kapan, aku akan minta pada mereka untuk mengajari mantra itu padaku. Baik juga kalau hanya dengan membaca mantra, minuman bisa keluar.
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 305 kali sebagai mantra bumi coffee
Baca
+Pustaka
Beautiful Sin

Beautiful Sin

Beberapa kali mendapat bunyi klakson mobil yang cukup keras dan mengagetkan dirinya, Andre memutuskan untuk mampir ke kedai kopi yang terlihat ramai dan desain bangunan yang eye catching untuk mengurangi rasa kantuk yang mendera. "Selamat datang, Tuan. Ada yang bisa saya bantu?" salah seorang pramusaji kedai kopi 'Banana milk n Coffee' datang menghampiri Andre "Ya, saya ingin kopi black espresso mo sugar 1 y, Mbak." Andre tersenyum ke arah pramusaji itu. "Baik, segera kami buat dan antarkan segera pesanan Anda." Sahut pramusaji tersebut dan langsung meninggalkan meja Andre.
9.911.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 344 kali sebagai mantra bumi coffee
Baca
+Pustaka
Paman Untuk Ibuku

Paman Untuk Ibuku

Gumamnya pelan. Sebastian menyerahkan ponsel itu kembali. “Perusahaan apa itu?” “Dari yang saya dengar dengan kabar yang beredar di internet, Perusahaan Bramana Group membuka beberapa cabang bisnis dari Indonesia. Seperti Diaspora dan juga Kuliner Pak. Dan ada berbagai macam cafe kuliner yang terbuka di berbagai macam daerah Jepang. Seperti Cinta Jawa Cafe, tempatnya ada di Omnya dan juga Saitama. Mahameru Coffee, sebuah kedai kopi yang menjual produk Indonesia di Okubo, Tokyo. Dana masih ada banyak lagi Pak.”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai mantra bumi coffee
Baca
+Pustaka
Tahta Kehormatan untuk Istri Setia

Tahta Kehormatan untuk Istri Setia

Tanpa emosi, tanpa nada tinggi, Bumi menatap lurus tepat ke manik mata Narendra. "Perutku mungkin hanya berisi kuah sayur hari ini, Narendra," suara Bumi terdengar rendah, nyaris seperti bisikan, namun anehnya berhasil membungkam tawa di ruangan itu dalam seketika. "Tapi setidaknya, aku tahu dari mana asalnya. Aku tidak pernah menelan makanan yang dibeli dari hasil memeras dan menghancurkan masa depan orang lain."
298 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai mantra bumi coffee
Baca
+Pustaka
Istri yang Tak Diinginkan dan Kembaran Rahasianya

Istri yang Tak Diinginkan dan Kembaran Rahasianya

Kursi-kursi kulit yang telah usang terasa nyaman dan lukisan lokal menempel indah pada dinding. "Selamat datang di Kafe Bija Kuprum!" Antusiasme sang barista tampak begitu asli, tidak dibuat-buat. Papan nama yang dia pakai bertuliskan "Anwar". Senyumnya sangat lebar saat dia menatapku dan bertanya, "Pertama kali di sini?" Aku mengangguk, entah mengapa merasa tersentuh dengan sambutannya. "Kalau begitu, kamu harus coba kopi andalan kami yang dibuat dari biji kopi Kombula dengan sentuhan vanila dan kulit jeruk. Percaya padaku, rasanya pasti bikin kamu ketagihan."
109.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 288 kali sebagai mantra bumi coffee
Baca
+Pustaka
Istri Manja Om Duda

Istri Manja Om Duda

Bukan karena prestasi saat sekolah, atau pekerjaan yang dilakoni. "Non, ini diminum dulu." Bi Ijah menyajikan secangkir teh hangat. Reina menerima dengan tatapan kosong. Wanita muda itu merasa bahwa semangat hidupnya baru saja disedot oleh monster kegelapan yang selama ini bersembunyi di bawah tempat tidur. Merengkuh kebahagiaan yang selama beberapa saat pernah Reina dekap bersama senyuman. Reina menyandarkan punggungnya, kemudian mengarahkan kedua tangannya untuk mengelus dan menepuk perutnya yang perlahan membuncit.
1034.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 690 kali sebagai mantra bumi coffee
Baca
+Pustaka
Dinikahi Calon Suami Mama

Dinikahi Calon Suami Mama

Entah, akan bagaimana jadinya jika saja Renjana tahu, mamanya belakangan ini justru kerap menjelek-jelekannya di depan Bumi. “Om, pulang yuk. Aku ngantuk.” Bumi langsung menyetujui. Mereka kemudian turun beriringan dari rooftof. Renjana tentu masih dengan sisi cerewetnya, sementara Bumi yang berkeharusan menjawab beberapa patah kata demi menghargai. “Nanti bilang makasih sama temennya Om Bumi yang punya rooftof. Tempatnya bagus. Sayang dibiarin kosong, padahal kalau dijadiin cafe bagus loh itu.”
1023.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 910 kali sebagai mantra bumi coffee
Baca
+Pustaka
BHARATA (Pendekar Naga Bumi)

BHARATA (Pendekar Naga Bumi)

jawab Pawana. “Lakukanlah dengan doa” berkata Pangeran Nayaka, “kau akan mendapat kekuatan dari Yang Maha Agung jika kau bersandar kepada-Nya.” “Aku akan melakukannya” jawab Pawana. Pawana kemudian menanggalkan pakaiannya, kecuali celananya yang panjangnya hampir sampai ke mata kaki berwarna hitam. Sejenak ia memandang berkeliling. Pepohonan yang sangat rimbun. Pohon preh raksasa dan pepohonan perdu. Beberapa batang pohon air yang batangnya ditumpu oleh akarnya yang mencuat di atas permukaan belumbang, namun dirimbuni dengan dedaunan batang perdu.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai mantra bumi coffee
Baca
+Pustaka
MANT(en)AN

MANT(en)AN

Perempuan bermata cokelat tersebut mengerutkan dahi. “Iya, gue coba, nih!” Kemudian kutiup beberapa kali asap yang mengepul di atas kopi. Kuseruput sekali. Terdiam sejenak meresapi kenikmatan yang hadir di lidah. “Nikmat!” Kuseruput lagi untuk kesekian kali. “Apa gue bilang! Lo jangan remehin gue kalau masalah kopi.” Risna berbangga diri.
103.2K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai mantra bumi coffee
Baca
+Pustaka
ISTRIMU TERNYATA SULTAN

ISTRIMU TERNYATA SULTAN

"Sengaja tidak pakai lampu biar suasana lebih syahdu dan hemat energi, mendukung program Go Green pemerintah." Bu Tejo menyipitkan mata menatap piring di depannya. "Ini apaan, Mbak? Kok bentuknya kayak roti bantal digeprek?" "Ini namanya Pain de Mie au Chocolat dengan dusting Espresso," jelas Berlin meyakinkan. (Terjemahan: Roti tawar cokelat ditaburi bubuk kopi sachet gratisan dari mesin kopi yang mati). "Dan minumannya," Rangga masuk membawa teko berisi air keran yang dimasukkan daun pandan dari halaman depan, "adalah Artisanal Infused Water dengan local herbs."
10976 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai mantra bumi coffee
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status