Warisan Artefak Kuno
Patung itu tingginya mencapai langit-langit kuil, dan sedang menatap ke bawah dengan sorot mata penuh misteri.
“Hantu Macan Putih, disini. Katakan, siapa kawan aliran hitam yang berkunjung di sana?” pria dari kelompok di api unggun, berbicara itu sekali lagi. Dia berdiri dan berjalan mendekati bayangan berpakaian serba putih dengan jubah yang berkibar bergelombang, namun diam. Tetesan air hujan tampak jatuh dari sela-sela jubahnya yang longgar.
Namun, ketika Hantu Macan Putih itu mendekati sosok yang berdiri di pintu, tahu-tahu saja pedang panjang di tangan sosok itu sudah bergerak, dan menembus dadanya hingga ke belakang.
Hot Chapters