Malam itu aku duduk di dekat jendela dan melihat satu titik cahaya masuk—bukan karena aku ingin, melainkan karena kunang-kunang itu tertarik pada sesuatu di dalam kamar. Ada beberapa alasan logis kenapa mereka sering terlihat 'masuk' ke ruang tamu atau kamar di malam hari, dan aku suka berpikir dari sudut ilmiah sekaligus nostalgia tentang hal kecil yang membuat hati adem ini.
Pertama, cahaya mereka bukan cuma hiasan; hampir semua kunang-kunang menggunakan bioluminesensi sebagai bahasa—biasanya untuk menarik pasangan. Cahaya buatan dari lampu rumah, layar, atau bahkan lampu jalan bisa mengacaukan komunikasi itu. Beberapa spesies jadi bingung dan terbang mendekati sumber cahaya yang lebih besar, lalu tanpa sengaja masuk lewat jendela atau pintu yang terbuka. Selain itu, jendela dan kaca memantulkan cahaya sehingga terlihat seperti ‘ruang terbuka’ lain bagi mereka, terutama saat malam lembap ketika aktivitas kunang-kunang sedang tinggi.
Kedua, kondisi lingkungan juga berperan. Kunang-kunang menyukai area yang lembap, banyak tanaman, dan relatif gelap—halaman rumah yang rimbun atau pot tanaman di balkon bisa jadi magnet. Kalau kamarmu dekat taman atau halaman, mereka mungkin hanya sedang lewat mencari tempat bertelur atau mencari makanan ketika masih dalam bentuk larva (yang rakus memakan siput kecil dan cacing). Beberapa juga masuk karena kebingungan; lampu yang tiba-tiba dinyalakan bisa membuat mereka ‘membelok’ ke dalam ruangan.
Kalau ketemu kunang-kunang di kamar, aku biasanya matikan lampu dulu, buka jendela atau pintu, dan membiarkannya menemukan jalan keluar sendiri. Menangkapnya dengan tangan itu bukan ide terbaik karena tubuh mereka rapuh dan cahaya bisa padam karena stres. Aku juga jadi lebih sadar kalau polusi cahaya itu nyata efeknya—kalau kita mau lihat lebih banyak pertunjukan alami, kurangi lampu pagar dan pasang tirai malam agar mereka nggak tersesat ke dalam. Sederhana, tapi terasa personal: melihat kunang-kunang yang tersesat selalu mengingatkanku untuk menghormati ritme kecil di alam yang sering kita ganggu tanpa sengaja.