Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Madu Pilihan Mertua

Madu Pilihan Mertua

Tangannya sibuk mengaduk adonan kue, gerakannya pelan, hati-hati, seolah sedang menenun sesuatu yang berharga. Hari ini adalah hari ulang tahun Revan. Tanggal yang dulu selalu Maira rayakan dengan cinta, tawa, dan doa. Tapi tahun ini, ada luka besar yang bersembunyi di balik senyum tulus Maira. Di meja dapur, Maira sudah menyiapkan semua bahan. Tepung, telur, gula, coklat leleh, semuanya tersusun rapi. Ia bahkan menempelkan catatan kecil di dinding. Isi catatan itu adalah, “Kue coklat spesial untuk orang yang pernah aku cintai sepenuh hati.”
935 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai martabak favourite
Baca
+Pustaka
ENAK, PAK DOSEN!

ENAK, PAK DOSEN!

gumam Damar sepanjang perjalanan, senyum kecil terukir di bibirnya, kontras dengan wajah tegangnya beberapa saat lalu. Laki-laki itu memarkir kendaraannya di sebuah kedai martabak yang terkenal ramai. "Bang, martabak lima. Dua yang spesial keju cokelat dan dua lagi cokelat kacang, kejunya sedikit. Satunya lagi, rasa ... ehm, kacang saja," pesan Damar. Sudah menjadi kebiasaannya untuk selalu membeli jatah martabak yang sama bagi beberapa pekerja di rumahnya.
9.9278.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.1K kali sebagai martabak favourite
Tampilkan Ulasan (32)
Baca
+Pustaka
Zizizaq
Suka baca karya orang lain, selain seru buat belajar juga. Ini ceritanya bagus.🤍 baca juga karya Zizizaq 1. Nikah kontrak berbuah cinta 2. Antara mencintai dan melupakan 3. Wanita ketiga duda kaya
OTHOR CENTIL
Hallo, Kak. Maaf kalau ceritanya tidak sesuai ekspektasi Kakaknya, ya. Di bab awal itu sudah jelas, Diana butuh uang karena uang sakunya dibatasi. Soal password kartu ATM itu, Damar juga bilang kok kalau sandinya nanti dikasih tahu lewat pesan.
Baca Semua Ulasan
Love You Aleea

Love You Aleea

seloroh Mas Fa yang masih sibuk di depan laptop. "Martabak kan kesukaanku, jadi nggak boleh ditolak," kilahku di sela-sela mengunyah. "Kamu tuh, martabak kesukaan, donat favorit, gorengan kegemaran, cake kedemenan. Semuanya diborong."
6.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai martabak favourite
Baca
+Pustaka
Terjerat Pesona Papa Temanku

Terjerat Pesona Papa Temanku

"Turun, atau mau aku yang pesenin?" Yara membuka pintu, udara malam yang sedikit dingin menyambutnya. Rambutnya tersapu angin. "Aku ikut. Biar sekalian lihat, mau topping apa." Mereka berdiri di dekat gerobak. Penjual martabak menoleh, tersenyum. "Martabak manis, Bang? Cokelat, keju, kacang?" Yara mendekat, bersandar ringan di mobil Elvaro. "Yang klasik aja. Cokelat keju. Tapi menteganya banyak."
1017.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 538 kali sebagai martabak favourite
Baca
+Pustaka
Pengantin Remaja: Dijodohkan dengan Pewaris Tahta

Pengantin Remaja: Dijodohkan dengan Pewaris Tahta

"Iya. Tapi gue jadi kepikiran, nih." "Kepikiran apa?" Citra masih asyik menikmati martabak itu. "Kalau lo nggak mau buat gue semuanya, ya." Citra menyengir. Sesungguhnya martabak manis ini makanan favoritnya. Atala hanya mengangguk membuka Citra tersenyum lebar. "Gue juga mau kenalan sama makanan lo atau sesuatu yang biasa lo makan dan pakai. Kayaknya apa yang kita konsumsi beda. Gue penasaran makanan murah apa aja yang ada di luar sana."
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai martabak favourite
Baca
+Pustaka
Buncitnya Jenazah Kakakku

Buncitnya Jenazah Kakakku

Terdapat martabak dengan aneka varian rasa; cokelat, keju, kacang, juga blubery susu. "Ini orang pikir saya rakus apa?" sungutku. Duluan kenyang sebelum menyantap martabak aneka rasa itu. Pikiranku malah melayang pada Zhafran. Mengingat semua sikap dia sekarang. Aku tahu, pria itu memang dingin, tapi sekarang lebih dingin lagi. Sikapnya mulai hangat saat kami di pantai waktu itu. Bahkan, dia melamarku saat malam itu.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai martabak favourite
Baca
+Pustaka
Upik Abu jadi Nyonya

Upik Abu jadi Nyonya

Wangi daging sapi yang menguar berpadu dengan tumisan bawang bombay, acar dan kuah cuka membuat cacing-cacing di perutku berjingkrak kegirangan. Senyumku pun mengembang. Sudah cukup lama aku nggak makan martabak kubang. Jelas saja aku sangat senang, apalagi saat buka puasa gini. Padahal aku juga nggak minta dan merasa pernah bilang kalau aku suka martabak kubang. Apa Mas Tezza tahu dari ibu atau Abqo, ya?
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai martabak favourite
Baca
+Pustaka
Jenazah Suamiku

Jenazah Suamiku

[Martabak setan deh, Mas, satu porsi. Wulan membayangkan enaknya martabak dengan isi daging juga cabe itu, seperti cerita novel online yang dibacanya tadi sore. Sebuah novel online di sebuah aplikasi, dengan judul "Martabak Setan" karya penulis favoritnya 'Evhae Naffae'. Semenjak hamil ini, ia memang banyak menghabiskan waktu dengan membaca novel. [Kok martabak setan? Adanya martabak manis ama martabak telor saja, nggak ada yang jual martabak setan mah.]
9.9261.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.0K kali sebagai martabak favourite
Baca
+Pustaka
Aku Dimanfaatkan Mertua dan Suamiku

Aku Dimanfaatkan Mertua dan Suamiku

Aku bergumam pada diriku sendiri sembari mengayunkan langkah. Sekali lagi kulirik kantong kresek putih yang berat. Dua martabak manis dengan isian keju cokelat dan cokelat kacang, sedangkan dua lagi martabak mesir spesial full daging untuk Anha tersayang. Biarlah dia berpesta dengan makanan-makanan ini seharian. Hingga muak dan serasa ingin muntah.
9.5174.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai martabak favourite
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status