Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
IZINKAN AKU MENCINTAIMU

IZINKAN AKU MENCINTAIMU

Senyum yang begitu menenangkan. Aku kembali memasukkan adon ke dalam loyang berbentuk hati yang sudah dibeli Rania secara online beberapa hari yang lalu. Belum banyak cetakan yang kami punya. Baru lima buah, tapi cukup membantu. "Mas." "Nanti kalau mau antar martabaknya, aku ikut, ya?" pinta Rania saat aku mulai menata martabak-martabak itu ke dalam box. Sesuai permintaan pemesan, separoh rasa coklat sedangkan yang lain rasa kacang.
9.9165.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.8K kali sebagai martabak favourite
Tampilkan Ulasan (41)
Baca
+Pustaka
Nannys0903
Mampir ke karyaku MALAM TANPA NODA Faisal tak menemukan bercak dara di atas ranjang apa benar istrinya sudah tak perawan. memilih menikahi wanita lain pilihan ibuanya tanpa mau menyentuh istri pertama. Mampukah Airi bertahan dalam rumah tangganya.
malapalas
BACA novel berjudul :CEWEK AGRESIF VS COWOK POLOS. kalian akan menemukan dari percintaan remaja sampai dewasa yang bakal bikin kita gemas sendiri, seru, ketawa ngakak bahkan geregetan dan terharu setelah beberapa tokoh bermunculan semua. Jangan lupa vote dan komen ya. Mksh.
Baca Semua Ulasan
ENAK, PAK DOSEN!

ENAK, PAK DOSEN!

gumam Damar sepanjang perjalanan, senyum kecil terukir di bibirnya, kontras dengan wajah tegangnya beberapa saat lalu. Laki-laki itu memarkir kendaraannya di sebuah kedai martabak yang terkenal ramai. "Bang, martabak lima. Dua yang spesial keju cokelat dan dua lagi cokelat kacang, kejunya sedikit. Satunya lagi, rasa ... ehm, kacang saja," pesan Damar. Sudah menjadi kebiasaannya untuk selalu membeli jatah martabak yang sama bagi beberapa pekerja di rumahnya.
9.9282.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.2K kali sebagai martabak favourite
Tampilkan Ulasan (32)
Baca
+Pustaka
Zizizaq
Suka baca karya orang lain, selain seru buat belajar juga. Ini ceritanya bagus.🤍 baca juga karya Zizizaq 1. Nikah kontrak berbuah cinta 2. Antara mencintai dan melupakan 3. Wanita ketiga duda kaya
OTHOR CENTIL
Hallo, Kak. Maaf kalau ceritanya tidak sesuai ekspektasi Kakaknya, ya. Di bab awal itu sudah jelas, Diana butuh uang karena uang sakunya dibatasi. Soal password kartu ATM itu, Damar juga bilang kok kalau sandinya nanti dikasih tahu lewat pesan.
Baca Semua Ulasan
Edisi Kelas

Edisi Kelas

kata Aska. “Martabak spesialkan emang manis apalagi kalau banyak topingnya pasti menarik dan buat ketagihan.” “Ini bukan lagi tentang martabak. Senyum kamu manis dan buat nagih.” kata Aska mengulas senyum menggandeng Cira untuk pertama kalinya “Bolehkan?”
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai martabak favourite
Baca
+Pustaka
TAKDIR Cinta sang tuan muda

TAKDIR Cinta sang tuan muda

Dania keluar dari kamar Joan dengan berlari kecil seperti anak-anak yang akan di beri coklat. "Ini martabak manis dengan toping coklat keju plus teh bunga mawar, mama suka teh itu, kan?" Joan dengan bangga menyerahkan paper bag dan kantongan hitam berisi 4 dus martabak, ia tahu Dania pasti akan memujinya.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai martabak favourite
Baca
+Pustaka
Di balik Mahar Sepiring Nasi Goreng Seafood

Di balik Mahar Sepiring Nasi Goreng Seafood

"Eh, Simbah suka roti bakar rasa apa, ya? Ah, ku beli saja semua rasa yang ada. Itung-itung berbagi dengan pedagang itu." "Permisi, Pak, roti bakarnya dong," ucapku pada pedagangnya. "Oh, iya, Mas, boleh. Mau rasa apa? Ada rasa original, keju, durian, cokelat,--" "Oh, semua rasa deh, Pak. Saya nggak tau sih, faforitnya rasa apa. Jadi, saya beli semua rasa saja. Oh iya, Pak, setiap rasa saya pesan dua porsi, ya," pesanku pada pedagang itu.
105.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 183 kali sebagai martabak favourite
Baca
+Pustaka
Love You Aleea

Love You Aleea

seloroh Mas Fa yang masih sibuk di depan laptop. "Martabak kan kesukaanku, jadi nggak boleh ditolak," kilahku di sela-sela mengunyah. "Kamu tuh, martabak kesukaan, donat favorit, gorengan kegemaran, cake kedemenan. Semuanya diborong."
6.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 203 kali sebagai martabak favourite
Baca
+Pustaka
Terjerat Pesona Papa Temanku

Terjerat Pesona Papa Temanku

"Turun, atau mau aku yang pesenin?" Yara membuka pintu, udara malam yang sedikit dingin menyambutnya. Rambutnya tersapu angin. "Aku ikut. Biar sekalian lihat, mau topping apa." Mereka berdiri di dekat gerobak. Penjual martabak menoleh, tersenyum. "Martabak manis, Bang? Cokelat, keju, kacang?" Yara mendekat, bersandar ringan di mobil Elvaro. "Yang klasik aja. Cokelat keju. Tapi menteganya banyak."
1018.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 570 kali sebagai martabak favourite
Baca
+Pustaka
Pengantin Remaja: Dijodohkan dengan Pewaris Tahta

Pengantin Remaja: Dijodohkan dengan Pewaris Tahta

"Iya. Tapi gue jadi kepikiran, nih." "Kepikiran apa?" Citra masih asyik menikmati martabak itu. "Kalau lo nggak mau buat gue semuanya, ya." Citra menyengir. Sesungguhnya martabak manis ini makanan favoritnya. Atala hanya mengangguk membuka Citra tersenyum lebar. "Gue juga mau kenalan sama makanan lo atau sesuatu yang biasa lo makan dan pakai. Kayaknya apa yang kita konsumsi beda. Gue penasaran makanan murah apa aja yang ada di luar sana."
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai martabak favourite
Baca
+Pustaka
Buncitnya Jenazah Kakakku

Buncitnya Jenazah Kakakku

Terdapat martabak dengan aneka varian rasa; cokelat, keju, kacang, juga blubery susu. "Ini orang pikir saya rakus apa?" sungutku. Duluan kenyang sebelum menyantap martabak aneka rasa itu. Pikiranku malah melayang pada Zhafran. Mengingat semua sikap dia sekarang. Aku tahu, pria itu memang dingin, tapi sekarang lebih dingin lagi. Sikapnya mulai hangat saat kami di pantai waktu itu. Bahkan, dia melamarku saat malam itu.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai martabak favourite
Baca
+Pustaka
Upik Abu jadi Nyonya

Upik Abu jadi Nyonya

Wangi daging sapi yang menguar berpadu dengan tumisan bawang bombay, acar dan kuah cuka membuat cacing-cacing di perutku berjingkrak kegirangan. Senyumku pun mengembang. Sudah cukup lama aku nggak makan martabak kubang. Jelas saja aku sangat senang, apalagi saat buka puasa gini. Padahal aku juga nggak minta dan merasa pernah bilang kalau aku suka martabak kubang. Apa Mas Tezza tahu dari ibu atau Abqo, ya?
107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 296 kali sebagai martabak favourite
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status