Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Fare Finta [Indonesia]

Fare Finta [Indonesia]

"Martabak manis." Aku agak terkejut mendengarnya. Kupikir, orang-orang seperti Aksara akan menyebutkan nama makanan yang asing dan belum pernah kucoba. Nyatanya, seleranya tak jauh berbeda denganku. Martabak manis memang menjadi favorit banyak orang. "Kalau minuman favorit?" "Kopi." "Bagaimana dengan hobi?" Ia diam sejenak utuk berpikir. "Seperti kebanyakan orang... Nonton, baca, santai, travelling," ucapnya menyebutkan beberapa kegiatan yang menjadi hobinya.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai martabak favourite
Baca
+Pustaka
Tergoda Pesona Ibu Mertua

Tergoda Pesona Ibu Mertua

“Aku bawa martabak manis keju dan martabak telur spesial.” Pak Bambang mengambil sepotong martabak telur, mengigitnya dan mengangguk puas. “Hmm, enak sekali. Rasa martabak Kak Andi memang nggak ada duanya. Berkat Raka, martabak ini makin terkenal ya.” “Iya, Om. Rezeki Kak Andi. Om ayo dimakan, aku sudah beli nasi juga nih,” kata Rina.
10372.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.4K kali sebagai martabak favourite
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Biaya Selamatan Meninggalnya Bapak

Biaya Selamatan Meninggalnya Bapak

Bau harum menguar dari makanan berbahan dasar tepung terigu itu membuatku menelan ludah, apalagi melihat topingnya berupa kacang yang dicincang kasar, pasti rasanya gurih dan enak. "Ayo, dicoba, Bu. Ini enak banget, lho." Mbak Vita mengambil sedikit martabak dan menyuapkan ke mulut ibu. Ibu tersenyum dan terlihat begitu menikmati makanan favoritnya itu. Mbak Vita mendongak dan tersenyum padaku," Sekarang kamu percaya, kan, kalau aku perhatian sama Ibu? Sini ponselmu biar kusambungkan wifi dan telepon Ubay agar dijemput sekarang juga."
18.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 529 kali sebagai martabak favourite
Baca
+Pustaka
Bukan Siti Nurbaya

Bukan Siti Nurbaya

"Di depan ada tukang cilok tuh. Kayaknya enak kalau makan cilok pakai sambal kacang. Emm... Lezat." "Nggak." Di depan sana ada tukang martabak favorit Andina. Wildan sengaja memelankan laju sepeda motornya agar Andina bisa mencium aroma dari martabak tersebut. Siapa tahu dia akan tergoda, ya kan? "Wuih, martabak telur kesukaan siapa itu. Baunya wangi banget loh, Sayang. Kamu nggak mau nih?"
1010.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 309 kali sebagai martabak favourite
Baca
+Pustaka
The Vestige

The Vestige

Jika memilih martabak telur maka seluruh mulut akan berbau daun bawang, tetap lezat dan mengenyangkan. Kerlap-kerlip lampu dari wahana-wahana juga menjadi bentuk sederhana dari bintang-bintang, menandakan bahwa lokasi tersebut memang dibuat untuk meramaikan kota yang suram dan membosankan. Meski tak akan para pria berjas mampir sekalipun anak gadisnya merengek minta dibelikan gula kapas. Lebih baik—kata mereka—mampir saja ke Mall besar, menemui varian nasi putih yang dibentuk melingkar, ditemani ayam goreng tepung. 'Kau tak apa pulang sendiri ...?'
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai martabak favourite
Baca
+Pustaka
Sepuluh Ribu dari Suami Pelitku

Sepuluh Ribu dari Suami Pelitku

Aku tertawa pelan mendengar kalimat akhir Rumi, kemudian meletakkan ponsel dan menghela napas pelan. "Gak ada habisnya keluarga benalu itu nyari masalah. Udah capek aku ngeliat mereka." "Ya namanya juga pencari masalah, pembuat onar, Dek. Gak heran lagi sih." "Udah sampe, Dek." Pandanganku tertuju ke tempat yang jualan martabak. Ini martabak paling enak yang pernah aku makan, Mama dan Papa juga langganan di sini.
1012.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 463 kali sebagai martabak favourite
Baca
+Pustaka
Kau Selingkuhi Aku, Kugapai Pamanmu

Kau Selingkuhi Aku, Kugapai Pamanmu

"Makan dulu satu, nanti aku bisa lihat kamu mampu menghabiskannya berapa." "Lagian kenapa sih Om beli semua ini?" "Aku nggak tahu kamu suka martabak rasa apa. Jadi aku beli saja semua varian rasanya. Ada yang manis dan asin. Tapi ... yang asin hanya ada spesial telur bebek dan telur ayam saja. Tidak ada varian lain." Mendengar penjelasan polos Juno tentang semua rasa martabak yang dibelinya, membuat Alea menggeleng-gelengkan kepalanya. Tak habis pikir dengan pemikiran Juno.
1071.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai martabak favourite
Tampilkan Ulasan (19)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
lullaby dreamy
oke, kalo bole jujur thor . awalnya skeptis mau lanjut baca bgtu tau kisahnya diawali perselingkuhan . krn 2 cerita mu jg ttg prselingkuhan . tp stlh mncoba dibaca, ku lbh suka ini dr crta2 mu yg sblmnya krn lbh fresh dgn ada unsur comedy nya ^^ jd ga makan hati mulu krn kisah sedih prselingkuhan .
Baca Semua Ulasan
Katanya, Aku Pelit

Katanya, Aku Pelit

"Ada martabak cacingan, bentuknya lurus tipis, dagingnya dikit. Ada juga martabak paralon yang agak bulat." "Selain itu?" "Martabak kuda laut, bentukannya kecil dan agak basah. Satu lagi ... ini yang paling spesial, martabak Megazord. Besar dan dagingya tebal." "Yang megazord berapa?" Aku berdiri di dekatnya. "Seratus, Bang." "Berapa?!" Kugeprak meja sekali lagi. "Li-lima puluh, Bang."
4.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai martabak favourite
Baca
+Pustaka
My Hot Husband is My Dangerous

My Hot Husband is My Dangerous

Setelah pengantar itu pergi, Shilla membawa kotak martabak manis itu ke dalam ruang makan. Mereka duduk bersama di meja makan, dan Shilla dengan penuh semangat membuka kotak martabak manis. Di dalamnya terdapat potongan martabak dengan berbagai pilihan topping seperti cokelat, keju, kacang, dan meses. Shilla memilih potongan martabak dengan kacang dan meses, sementara Xander memilih yang berlapis cokelat dan keju.
9.586.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai martabak favourite
Baca
+Pustaka
BUKAN MENANTU KAYA

BUKAN MENANTU KAYA

"Dek ...“ Sentuhan lembut di bahu juga suara Mas Hasan membuatku mengerjap pelan. Mas Hasan membawa sepiring martabak coklat kacang kesukaanku. “Beli martabak di mana, Mas?“ tanyaku. Mas Hasan terkekeh ringan. “Ini martabak buatan Adek. Mas tadi nyoba, eh teksturnya pas. Ayo dicobain, Dek. Mas mau bikin lagi buat Bapak-bapak tukang becak,“ jawabnya jelas. Aku menelisik martabak itu. Penampilannya sudah oke. Entah dengan rasa dan teksturnya. Tapi di gigitan pertama, aku langsung jatuh cinta. Rasanya mantap, aroma margarinenya begitu menguar, teksturnya juga pas. Alhamdulillah, kali ini kami berhasil. Khalid pun memakannya sambil mangut-mangut. Aku segera menggendongnya, lalu turun menghampiri
1017.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 514 kali sebagai martabak favourite
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status