Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Antara Ambisi dan Cinta

Antara Ambisi dan Cinta

“Silakan perintah, Nyonya.” “Martabak manis.” “Mudah.” “Setengah matang.” “Masih mudah.” “Topping keju dan kacang… terus—” Cantika berhenti, matanya berkilat menggemaskan, “—ditetesin jeruk nipis. Sedikit. Dan tabur… bubuk cabai dikit.” Ezra terdiam tiga detik. “Kamu ingin… cheese–peanut–lime… with a hint of chili—di martabak manis setengah matang?”
1012.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 269 kali sebagai martabak serabi
Baca
+Pustaka
Keturunan Terakhir Elite Global

Keturunan Terakhir Elite Global

“Ha?” “Ya. Saya habis makan makanan yang dijual dekat persimpangan balai kota ini.” Dokter membuka kotak sterofoam di ujung meja. “Namanya martabak. Silakan makan, biar lebih santai.” “Wow, impressive! Mereka punya martabak di Jerman.” Isabelle dengan senang hati menyantap satu potong. “Jadi, hasil pemeriksaannya?”
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai martabak serabi
Baca
+Pustaka
AKU TETAP MENCINTAIMU, SAYANG

AKU TETAP MENCINTAIMU, SAYANG

Perpaduan buah pisang dengan kue serabi tangkup isian kacang itu berlangsung saling diam dalam puluhan detik. Setelah tensi mulai menurun, "Hebat, Dion. Bahkan Tama tak sekokoh kamu." "Itulah sebabnya, kamu selalu rindu aku, Alya?" Tanpa malu Alya tersenyum lebar, "Tentu sayang." "Kue serabi tangkupmu pun masih super, meski udah ngebrojolin dua anak." "Aku rajin perawatan dan aerobik, Yon."
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai martabak serabi
Baca
+Pustaka
Berangkat Miskin Pulang Kaya

Berangkat Miskin Pulang Kaya

Rumah sari dekat ke jalan utama, ada beberapa pedagang di sana, semacam pecel, nasi goreng dan martabak. “Mau apa, Danis? Kamu mau apa Sari?” tanyaku setelah sampai di sana. “Kata masnya mau beli martabak.” “Siapa tahu kamu mau yang lain, atau Danis mau yang lain?” “Mboten, Mas,” seru Sari. Sedangkan Danis, merengek minta jajan di warung. . Pedagang martabak lihai membuat makanan manis itu. Kami duduk di kursi panjang depan gerobaknya. Danis duduk di antara aku dan Sari. Harum martabak tercium menggiurkan.
1037.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai martabak serabi
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Sakiti Ternyata Punya Perusahaan Sendiri

Istri yang Kau Sakiti Ternyata Punya Perusahaan Sendiri

Sepertinya dia sangat kesal. "Makan dulu yuk martabaknya." Tante Suryani, membuka plastik putih yang berisi satu kotak martabak manis, dan satu kotak martabak telor. "Makanlah Sayang." Tante Suryani menyodorkan martabak ke hadapanku, dan juga menawari Abi untuk makan sama-sama. "Abi, ini makanlah!" "Aku ke kamar dulu!" Abian langsung melenggang masuk kamar begitu saja.
844.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai martabak serabi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status