Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mencintai Seorang Climber

Mencintai Seorang Climber

“Mbak Wati tinggal sendirian?” “Dengan adikku, cowok. Dia kuliah di Bandung, jadi tinggal bersamaku di rumah ini. Sekarang dia lagi mandi.” Mereka berjalan kaki menuju tenda penjual kue serabi, yang letaknya di seberang rumah Wati. Setelah memesan yang mereka inginkan, lalu duduk di bangku. Tak lama pesanan diantar ke meja, kue serabi aneka rasa, ada yang bertabur oncom pedas, serundeng gurih, keju, dan serabi berkuah gula merah. Teh hangat menemani sarapan pagi itu.
3.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 74 Beses bilang martabak serabi
Read
+Library
Sebatas Pengantin Pengganti

Sebatas Pengantin Pengganti

Bukan foto Aludra, feed yang baru diposting perempuan itu adalah foto makanan khas Bandung—surabi, dengan caption ; 'Malam-malam, si kembar pengen serabi. Mana pengen asli dibuat di Bandung. Adakah yang mau berbaik hati kirim? Hihi.' Sudut bibir Arka tanpa sadar tertarik—membentuk lengkungan tipis. Kembali bersandar, dia terus memandangi foto serabi tersebut hingga tak lama dia bergumam pelan. "Aludra ngidam serabi," gumam Arka. "Apa perlu aku beliin terus antar ke Jakarta?"
9.731.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 806 Beses bilang martabak serabi
Read
+Library
Melahirkan Anak untuk Sang Miliarder

Melahirkan Anak untuk Sang Miliarder

***** "Nyonya, ini pesanan Nyonya?" "Ah, sudah sampai?" Sera beranjak dari sofa. Mengambil plastik besar yang diberikan oleh pelayan. "Ini untukmu. Bagikan juga pada yang lain." Ia mengambil dua kotak dari dalam plastik dan memberikan yang lainnya pada pelayan. "Apa itu?" tanya Tania penasaran. Ia mencium bau sedap saat Sera membuka salah satu kotaknya. "Martabak." Sera sedang ingin makan martabak dan Xander yang memesankannya tadi. "Ini, ambillah." Ia mengulurkan kotaknya pada Tania.
1039.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.2K Beses bilang martabak serabi
Read
+Library
BOS VS ME

BOS VS ME

Terlihat ada berbagai varian menu yang ditawarkan. “Aku mau beli serabi, kamu mau?” tanya Bisma sambil turun. Srikandi hanya mengangguk, kemudian mengekori lelaki itu. “Kamu mau saus rasa apa?” Bisma menoleh pada Srikandi yang sudah berdiri di sampingnya. “Rasa duren aja, Mas,” ucap Srikandi sambil memperhatikan tukang serabi yang sedang menuangkan adonan.
1021.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 695 Beses bilang martabak serabi
Read
+Library
Jangan Menolakku

Jangan Menolakku

"Mas, kamu mau makan serabinya sekarang, aku sudah membuatkannya tadi." Evan kaget saat mendengar tawaran Rara. Dia salah memberikan kode. Ternyata Rara masih polos, tak paham dengan kode gesrek yang ia lontarkan. "Serabinya mantap, Mas. Mbak ternyata pinter masak, Mak jadi banyak belajar." "Bukan belajar, Mak tapi kita berbagi ilmu," sela Rara sambil memberikan rantang yang mungkin berisi serabi yang ... Wangi!
105.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 115 Beses bilang martabak serabi
Read
+Library
Dikhianati Mantan, Dinikahi Paman Miliardernya

Dikhianati Mantan, Dinikahi Paman Miliardernya

“Kita makan martabak aja. Bayi kita pasti setuju.” Andini refleks ketawa sampai matanya berair. “Ya Allah, Mas… CEO perusahaan farmasi keren, jas putih, tapi hatinya luluh gara-gara martabak.” Tanpa banyak basa-basi, Dewa sudah jalan ke gerobak martabak. Ia pesan dua loyang sekaligus. Satu martabak manis keju tebal, satu martabak telor pedas.
1052.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.8K Beses bilang martabak serabi
Ipakita ang mga Review (16)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Piemar
Halo, My Lovely Goodreaders, selamat datang di kisah Andini & Dewa ya.. semoga terhibur dengan ceritanya. Kali ini ceritanya tidak melulu tegang, emosional tapi ada humor yang bikin cerita makin seru.
Basahin ang Lahat ng Review
SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK

SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK

Ia baru saja hendak berjalan ke dapur untuk menyiapkan piring hingga kemudian bel pintu apartemennya berbunyi. “Cepat sekali,” gumam Sabrina. Ia berjalan menuju pintu dengan langkah ringan. “Pasti masih hangat,” katanya sambil membuka pintu. Benar saja. Daniel berdiri di sana dengan senyum tenang. Di tangannya ada kotak martabak yang masih mengepulkan aroma mentega. “Pengiriman martabak spesial,” katanya santai. “Topping keju dan cokelat sesuai pesanan hati.”
1037.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 930 Beses bilang martabak serabi
Read
+Library
PERNIKAHAN PELUNAS HUTANG

PERNIKAHAN PELUNAS HUTANG

Karena rasa penasaran yang tinggi Akash ikut turun dari mobil dan menghampiri. ‘Astaga,’ bisik hati Akash. ‘Martabak apa ini?’ tanyanya dalam hati. Asha membeli martabak mini aneka rasa. Tidak banyak, hanya sepuluh ribu rupiah dan dia dapat empat macam rasa. Coklat, coklat keju, tiramisu dan keju. Wajah Asha berbinar, dia begitu bahagia. “Ini Pak.” Asha menyerahkan uang lima puluh ribuan dan kali ini pun dia tidak meminta kembalian. “Kembaliannya buat Bapak saja, makasih Pak.” Setelah itu Asha dan Akash kembali ke mobil.
9.99.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 208 Beses bilang martabak serabi
Ipakita ang mga Review (35)
Read
+Library
UmiLily
Cerita yang diawali konflik berat, tapi dibacanya tetap terasa ringan. Bahasanya ngalir meskipun ada beberapa typo. Salah satu bacaan on going yang menemani hari-hariku belakangan ini. Semangat nulis ya Kak An
LilyAnnie
Alhamdulillah sudah tamat. Terima kasih buat kalian yang sudah membersamai cerita ini selama beberapa bulan. terima kasih untuk segala dukungannya dan mohon maaf bila banyak kurangnya ya ... sampai jumpa di tulisan saya berukut
Basahin ang Lahat ng Review
BUKAN MENANTU KAYA

BUKAN MENANTU KAYA

Daripada hatiku dipenuhi dengki, lebih baik kuhindari mereka yang berhati toxic. Kupijat pelipis, lalu memejamkan mata. "Dek ...“ Sentuhan lembut di bahu juga suara Mas Hasan membuatku mengerjap pelan. Mas Hasan membawa sepiring martabak coklat kacang kesukaanku. “Beli martabak di mana, Mas?“ tanyaku. Mas Hasan terkekeh ringan. “Ini martabak buatan Adek. Mas tadi nyoba, eh teksturnya pas. Ayo dicobain, Dek. Mas mau bikin lagi buat Bapak-bapak tukang becak,“ jawabnya jelas.
1017.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 638 Beses bilang martabak serabi
Read
+Library
MAWAR

MAWAR

pelayan itu meletakan sarapan di atas nakas tepat di samping Mawar. Mawar menelan ludahnya paksa, dia sangat suka sereal dan di sana ada berbagai macam jenis sereal yang berhasil menggugah perutnya. "Sebanyak itu?" Cicit Mawar, meskipun dia menyukai sereal jika semua jenis sereal di hidangkan untuknya membuatnya bingung harus memilih yang mana. "Iya," pelayan itu mengangguk, "Tuan menyuruh kami menyiapkan ini untuk istrinya,"
106.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 132 Beses bilang martabak serabi
Read
+Library
PREV
123456
...
8
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status