Sang Maharaja yang Terlupa
Mereka membawa tabung-tabung bambu berisi air murni dan bakul-bakul anyaman berisi kain herbal serta umbi-umbian bakar.
Arga melangkah paling depan, tanda teratai di lengan kanannya bersinar dengan cahaya keemasan yang redup namun hangat, memancarkan aura kedamaian yang meredam detak jantung para prajurit yang panik. Di belakangnya, Wira, Burhan, dan ratusan anggota Pasukan Akar menyebar tanpa suara, mendekati para prajurit timur yang sedang menangis dan kehausan. Mereka berlutut di samping musuh-musuh mereka, membuka penutup tabung bambu, dan membiarkan air jernih dari mata air panas Lembah Mandala mengalir ke bibir-bibir yang pecah dan tenggorokan yang terbakar.
الفصول الرائجة