Bara Dendam Sang Prabu Boko
Api murka membakar medan laga. Mpu Kumbayoni, diapit oleh kekuatan tak terbantahkan dari Laturana, Megarana, dan Wiyuhmega, melesat bagai badai neraka menuju jantung Keraton Medang. Tujuan mereka terpahat jelas dalam benak, tak tergoyahkan oleh jerit prajurit atau raungan pertempuran yang meluluhlantakkan pelataran: penjara kerajaan, tempat Gusti Rahagi dan Diajeng Srigunting disekap. Setiap ayunan lengan mereka memercikkan bara yang melumat barikade pertahanan Medang. Elemen api yang dikuasai mereka membakar semangat sekaligus pertahanan lawan, mengubah jalan menuju kompleks tahanan menjadi lorong kehancuran. Prajurit Medang, yang semula teguh, kini terseret arus panik, kocar-kacir menghada
الفصول الرائجة