Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
HAJATAN MISTERIUS DI RUMAH KEPALA DESA

HAJATAN MISTERIUS DI RUMAH KEPALA DESA

Meja datang tanpa bentuk. Kayu menjalar di lantai seperti urat. Tidak membentuk dudukan. Tidak memberi pilihan. Hanya menekan. Empat orang dilarikan ke puskesmas. Satu lansia meninggal keesokan paginya—bukan karena duduk, melainkan karena jantungnya tidak kuat. Secara teknis— tidak ada korban meja. Namun semua orang tahu kebenarannya.
503 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai meja lukis
Baca
+Pustaka
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

gumam Rafa. Di seberang meja, Lian duduk dengan pensil di tangan, menggambar segitiga kecil di sudut buku catatannya—kebiasaan yang muncul setiap ia tegang. Anggi memperhatikan, lalu menaruh semangkuk potongan buah di tengah meja. “Ujian itu bukan vonis,” katanya santai. “Cuma alat ukur hari itu. Bukan ukuran kamu sebagai manusia.”
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai meja lukis
Baca
+Pustaka
Sekretaris Terhina itu Istri sang Pewaris

Sekretaris Terhina itu Istri sang Pewaris

Dia berdiri, lalu mencengkeram Luke, mengangkat, terus membanting ke atas meja kaca di tengah ruangan. BRAKKK “Akkkh!” erang Luke. Meja kaca itu hancur total. Pecahannya menusuk ke punggung dan lengan Luke, membuat pria itu melenguh kesakitan di antara puing kaca. “Masih mau diam, hah?!” Teriak Alan menggema. Duk! Disusul satu injakan di dada Luke hingga pria itu terbatuk-batuk. Uhukkk uhukkk!
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 253 kali sebagai meja lukis
Baca
+Pustaka
TEMAN TAPI MESRA

TEMAN TAPI MESRA

Semua yang ada di meja makan langsung terdiam seketika. Setelah itu Gendis mencairkan suasana dengan membahas topik lucu tentang kejadian yang pernah mereka alami. Lucu bagi Luke, Raga dan Sasha namun sama sekali tidak lucu bagi Daniel. Saat mereka sedang tertawa bersama Daniel mengelap mulutnya dengan napkin, lalu menekan kursi rodanya meninggalkan meja makan.
1016.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 447 kali sebagai meja lukis
Baca
+Pustaka
The Mafia Billionaire

The Mafia Billionaire

Gemetar antara percaya dan tak percaya, itulah yang dirasakan Trixie saat ini, ketika menatap lubang besar yang menganga di depannya. Entah kemana perginya meja kerja, kursi, rak buku serta beberapa perabot yang semula mengisi ruangan Aiden. Manik biru safirnya pun kemudian tertuju kepada lukisan The Mistress karya Aunty Renata yang menjadi barang lelang. Rupanya berantakan sekali. Lukisan itu tak berwujud dan hancur terbelah.
1024.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 746 kali sebagai meja lukis
Baca
+Pustaka
THE FRAPPUCINO MURDER

THE FRAPPUCINO MURDER

NARASI VISCARIA 19 Desember 2003 Vis membuka mata dengan perlahan. Merasa jika Diri-Nya telah cukup merasakan rindu yang tiba-tiba muncul tadi, Dia mengusap air mata yang masih tersisa di mata dan pipinya. Vis mencoba untuk dapat lebih menikmati udara di Jumat pagi ini. Vis melihat meja segi delapan dengan ukiran yang sangat cantik di bagian tepinya. Meja yang ada di depannya itu berwarna putih tulang yang terbuat dari porselen. Meja itu telah menemani waktu minum teh Vis setiap pagi dan sore. Di meja ini terpasang bangku yang juga terbuat dari porselen. Di setiap dua sisi meja ini terdapat bangku yang mengikuti bentuk meja. Bangku ini terhubung di setiap dua sisi meja dan terpisah dengan ba
3.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai meja lukis
Baca
+Pustaka
Di Balik Nama dan Luka

Di Balik Nama dan Luka

Di depannya, laptop terbuka menampilkan slide pembuka bertuliskan: “Luka bukan aib. Luka adalah pintu menuju penyembuhan.” Namun, konsentrasinya buyar saat sekretaris Rumah Luka mengetuk pintu. “Bu Nayla,” katanya pelan. “Ada seseorang yang datang. Dia… mencari Ibu.” “Siapa?” Sekretaris itu ragu. “Dia bilang namanya Leo.” Tubuh Nayla menegang seketika. Nama itu menghantam seperti gelombang dingin ke punggungnya.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai meja lukis
Baca
+Pustaka
Hasrat Tuan Muda: Dari Pelayan Jadi Istri Dadakan

Hasrat Tuan Muda: Dari Pelayan Jadi Istri Dadakan

’ batin Giselle menerka. Sorot maniknya terarah pada wine di atas meja. Melihat hanya satu gelas di sana, Giselle pun merasa lega. “Luke, aku tau kau di sini. Keluarlah, kita harus bicara sebentar!” pekik Giselle yang bergegas naik ke lantai atas. Dirinya menuju kamar di ujung koridor, studio tempat Lucas menyimpan lukisan. Dulu Giselle pernah masuk dan melukis beberapa kanvas di sana.
1059.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai meja lukis
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Puji Lestari
ceritanya bagus kek sebelum" nyaaa. tapi dikurangi dong kak kesalah pahamnyaa. dan semoga Lucas tau kalau dia punya anak . dan minim up sehari 2 bab dong kak. 1 bab pendek banget kurang puas huhuhu. semoga lebih semangat lagi updatenya selalu nungguin setiap hari
hazel choi
awal-awal baca agak kesel sama karakter ariella yg gampang banget ditindas tanpa perlawanan yg berarti, tapi tetap lanjut baca dan jadi suka banget sama alur ceritanya. semoga semakin kesini semakin baguss ceritanya ya kak..semangat terusss kk..
Baca Semua Ulasan
Catatan Luka Istri Rahasia

Catatan Luka Istri Rahasia

Mungkin Medina menyembunyikan hal lain lebih dari ini. Dengan debaran jantung yang keras penuh rasa cemas, Satya mencari-cari di tubuh Medina. Sesuatu yang mungkin bisa membuatnya merasa menjadi suami paling tidak berguna di dunia. Dari kepala, lengan, lalu turun ke kaki. Ada luka juga di jempol istrinya. Seperti teriris pisau? Bukan Satya yang sakit, tetapi ia tetap meringis saat memeriksa luka tersebut.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai meja lukis
Baca
+Pustaka
Tawanan Hasrat Lima Manusia Binatang

Tawanan Hasrat Lima Manusia Binatang

Malam hari telah tiba. Di tengah ruangan, sebuah meja kayu ek raksasa sepanjang lima meter berdiri kokoh, permukaannya telah dipoles hingga mengilap seperti cermin gelap. Namun, bukannya menata piring-piring perak di atas kursi, Lucian justru menyapu bersih segala peralatan makan dengan satu gerakan tangannya yang kuat, menyisakan hamparan kayu kosong yang menunggu untuk dihias.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai meja lukis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status