Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Penjara Dendam Suami Konglomerat

Penjara Dendam Suami Konglomerat

Ia hendak melangkah ke meja paling sudut ketika melihat empat temannya sudah duduk di sana. “Sial! Kelihatannya meja di sana sudah penuh. Apa kita cari meja lain saja, Nich?” Lukas hendak melangkah mencari meja lain, tetapi Nicholas bergeming. Matanya menatap lekat seseorang yang tampak tidak asing di meja itu. “Nicholas, kemarilah!”
108.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 322 kali sebagai meja lukis
Baca
+Pustaka
Luka Cinta

Luka Cinta

cerocos Clara. Dengan santainya Gladis menyalan komputer miliknya, menunggu beberapa saat hingga komputer bisa digunakan. Dan dia pun sama terkejutnya dengan Alana dan Clara. "APA!!" Pekiknya tak kalah heboh. "Heboh kan lo!" "Kenapa mendadak banget sih!" Omelnya, namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain bersiap dan segera menuju ruang meeting.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai meja lukis
Baca
+Pustaka
Luka dan Rahasia

Luka dan Rahasia

“Dahh” Pria itu kemudian kembali masuk ke ruang meeting. Lizzi melangkahkan kakinya hendak menuju lift. Ia harus bergegas, kelasnya setengah jam lagi akan dimulai. Ia mempercepat langkahnya. Saat akan berbelok ia menabrak seseorang. Cukup keras, ia sampai tersungkur di samping orang itu. Orang yang di tabraknya pun sama, hampir saja terjatuh.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai meja lukis
Baca
+Pustaka
Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi

Meja-meja berlapis linen putih dipenuhi percakapan, tawa tertahan, dan denting halus peralatan makan. Begitu Mahesa dan Lukas masuk, ada getaran tak kasat mata yang menyapu ruangan. Beberapa tamu langsung berhenti berbicara. “Gila, cowok-cowok itu ganteng banget…” “Model kali, ya? Liat tuh kaki panjangnya...” Lukas, entah sengaja atau tidak, tampak seperti bintang utama di tengah panggung. Ia menyambar bahu Mahesa dengan tangan kirinya, rangkulannya terasa terlalu akrab untuk sekadar teman.
1023.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 628 kali sebagai meja lukis
Baca
+Pustaka
LUKA HATI RAISA

LUKA HATI RAISA

Dengan serbet di pundaknya dan vacum cleaner ditangan, dia bersiap untuk membuka pintu ruangan CEO. Ruangan yang cukup megah dan mewah, sungguh desain yang artistik. Dengan perpaduan warna putih dan hitam menandakan bahwa CEO mereka adalah laki-laki. Raisa memulai pekerjaannya, hal pertama yang akan dia lakukan adalah membersihkan meja. Terlihat ada figura foto di atas meja. "Oh, ternyata pimpinan di sini sudah tua. Opss..." Raisa bergumam melihat foto pria paruh baya yang terletak di atas meja.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai meja lukis
Baca
+Pustaka
Mertua Pilih Kasih, Kubuat Gigit Jari!

Mertua Pilih Kasih, Kubuat Gigit Jari!

Luka sedikit saja, kayak luka parah. Aku dan Aisyah keluar, melihat apa yang terjadi. "Bisa nggak kamu itu nggak pakai berisik, lebay sekali," seru Aisyah, yang mulai jengkel pada Mella. "Sakit, Mbak. Mau jalan malah kaki yang luka terbentur meja," ucap Mella dengan meringis. Mau tertawa rasanya mendengar kata-kata Mella, tapi nanti dia semakin marah. Sukurin, rasakan sendiri sakitmu.
1058.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai meja lukis
Baca
+Pustaka
Ciuman Panas Sang Miliuner

Ciuman Panas Sang Miliuner

Ji Mei menunjukkan kembali hasil gambaran Lilian yang membuatnya penasaran. ps: Gambar bisa diminta via direct messeger instagraam Bebbyshin yah! Lilian melirik sambil mengisap minumannya lalu detik berikutnya menyemburkan minumannya dengan kedua bola mata terbelalak. Ji Mei dengan sigap menjauhkan iPad di tangannya dari percikan air dari mulut Lilian. "Kau jorok sekali," gerutu Ji Mei sambil mengelap percikan air di atas meja.
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 269 kali sebagai meja lukis
Baca
+Pustaka
Rahasia di Balik Meja Kerja

Rahasia di Balik Meja Kerja

Buka file Excel aja kadang suka kejepit kuku sendiri. "Selamat pagi semuanya. Saya Adrian, dan saya senang bisa jadi bagian dari keluarga besar PT Nusantara Tumbuh Cerah." Ia mengulas senyum kecil. "Hari ini saya ingin mengenal kalian lebih dekat, dan juga menyampaikan beberapa penyesuaian yang saya rasa bisa bikin kita kerja lebih efektif dan… nggak terlalu kaku." Ngomong-ngomong soal nggak kaku, Pak… kamu kayaknya ngeliat aku pas berdiri waktu itu. Harusnya udah tahu betapa luwesnya lututku bergetar…
661 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai meja lukis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status