Istri Kedua Sang Presdir
Meja makan panjang dari kayu jati itu tampak seperti panggung kecil malam ini, dihiasi dengan kekejaman yang tersembunyi di balik kilau kristal dan perak.
Lilin-lilin ramping menyala di atas perak lilin tinggi, memantulkan cahaya lembut pada gelas wine, piring porselen, dan sendok garpu yang berkilau di bawah lampu gantung kristal.
Aroma mentega, lada hitam, dan daging panggang memenuhi ruang makan, menciptakan kontras yang menyakitkan dengan suasana hati Neina.
Neina berdiri di sisi meja, punggungnya tegak, nafasnya ia atur agar tetap stabil. Matanya menatap piring demi piring yang ia tata dengan cermat di depan Keandra dan Olivia.
Hot Chapters