Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
The King Of Denver (INDONESIA)

The King Of Denver (INDONESIA)

Sangat sempurna. Susah payah Mia menelan Saliva dan memasuki ruangan bercahaya redup dengan langkah tanpa suara. Ruangan itu terasa hangat, beraroma kayu pinus bercampur lemon. Hanya satu lampu meja berpendar kuning yang menerangi ruangan luas itu. Untungnya taman di balik jendela lebar yang di hadapan Jaxon memiliki lampu terang benderang. Lampu-lampu itu turut membagi cahayanya ke ruangan.
10133.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai meja rias led
Baca
+Pustaka
TERNYATA JODOH

TERNYATA JODOH

Meja rias berwarna mocca sangat cocok dengan cat dinding kamar mereka. "Sayang, suka ini?" Adam menunjuk ke arah meja rias yang sudah ia perhatikan sejak tadi. Tila mengikuti arah telunjuk Adam. Wanita itu sedikit tertarik dengan meja rias yang ditunjuk suaminya. Tila kemudian menatap Adam dan bertanya. "Memangnya perlu, Mas?" "Iya, dong, Sayang." Adam tersenyum menatap Tila. "Rak untuk walk-in closet udah ada. Tinggal meja rias dan rak buku yang belum untuk di kamar kita," jelas Adam lebih rinci.
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai meja rias led
Baca
+Pustaka
Takdir Cinta dan Dendam

Takdir Cinta dan Dendam

Rigel berdehem untuk menetralisir kegugupannya, saat kini Seara sudah bediri dihadapannya. "Ayo kita potong kuenya, Kak." Ajak Seara. Yang kini menggandeng tangan Rei menuju meja makan yang belum sempat dia lihat. Dan dia begitu kagum dengan dekorasi meja disana terlihat sangat indah. "Indah," Ucap Rigel tanpa disadarinya. "Kak Rei suka? Syukurlah jadi tidak sia-sia aku mendekorasi meja ini meski lumayan menguras tenaga karena aku ngerjain ini Sendirian," Ujar Seara. Yang kini bisa bernafas lega.
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai meja rias led
Baca
+Pustaka
KELAKUAN SUAMI DAN SAHABATKU

KELAKUAN SUAMI DAN SAHABATKU

Pandangannya kemudian mengedar pada bunga pagar yang dihiasi dengan lampu hias LED yang berwarna warni silih berganti warna. Lalu, juga pada lampu tiang yang menyorot ke bawah hingga membantu menerangi meja dan sekitarnya. Via sangat takjub dengan keindahan yang dilihatnya. "Wah, Bagus banget, Sya. Sebenarnya ini ada acara apaan sih ? 'kok sampai kayak gini ? Atau jangan-jangan akan ada temen kamu ya ?" Sambil menoleh pada Rasya, Via bertanya. Ia benar-benar merasa aneh dengan malam ini.
1053.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai meja rias led
Baca
+Pustaka
Tuan Menjadi Gila Setelah Nyonya Pergi

Tuan Menjadi Gila Setelah Nyonya Pergi

Dia keluar dari kamar ganti dan berjalan mendekati Ryu yang masih duduk di sofa menunggu. “Itu perlengkapan kecantikan dan kesehatan kamu.” Ryu menunjukan meja rias. “Ya.” Mahira pun berjalan menuju meja rias. Dia memperhatikan semua yang tersusun di atas meja kaca dan menoleh pada Ryu yang terlihat sibuk dengan computer.
1093.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai meja rias led
Baca
+Pustaka
Dicampakkan Dokter Dinikahi Direktur Rumah Sakit

Dicampakkan Dokter Dinikahi Direktur Rumah Sakit

Meja-meja bulat tertata rapi, dilapisi kain putih dengan lilin berwarna keemasan yang menyala, menciptakan kesan hangat dan mewah. Hana dan Akbar duduk di meja VIP, yang tidak jauh dari panggung tempat Rio dan Della duduk berdampingan. Mereka berdua tampak serasi dan bahagia, meskipun di dalam hati mereka, perasaan campur aduk tetap ada.
1018.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 460 kali sebagai meja rias led
Baca
+Pustaka
Aduh Tak Tahan, Prof!

Aduh Tak Tahan, Prof!

Di sini, dindingnya terbuat dari logam padat berwarna biru baja, dan cahaya yang menyinari meja oval panjang berasal dari strip LED tersembunyi yang memberikan efek dingin dan tanpa bayangan. Liam O’Hara duduk sendirian di satu sisi meja. Di hadapannya, duduk empat anggota Dewan Keamanan, termasuk Elias Vance yang juga hadir dalam kapasitas ganda. Wajah mereka seperti topeng, tak terbaca, namun Liam bisa merasakan tekanan yang mereka pancarkan.
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 263 kali sebagai meja rias led
Baca
+Pustaka
Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai

Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai

Miniatur Riviera City berukuran besar berdiri megah di tengah-tengah ruangan. Ketika acara dimulai, lampu ballroom dipadamkan. Suara ombak terdengar memenuhi seluruh penjuru ruangan. LED raksasa itu berubah menjadi lautan, lalu perlahan muncul garis pantai, disusul dengan gedung demi gedung Riviera City yang tumbuh dari permukaan laut. Kemudian muncul tulisan ‘WELCOME TO THE FUTURE OF LIVING’.
1075.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai meja rias led
Baca
+Pustaka
Kau Menikah, Aku Mengikhlaskan

Kau Menikah, Aku Mengikhlaskan

Di ruang perjamuan, lampu gantung kristal menerangi ruangan secerah siang hari. Para tamu sudah duduk rapi. Rizky berdiri di atas panggung, dengan layar LED besar di belakangnya yang terus memutar video promosi Putra Corp. Adeline dan Valencia berjalan naik ke panggung, seketika sorotan kamera berkilat silih berganti.
9.2230.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.8K kali sebagai meja rias led
Baca
+Pustaka
Sistem Cha-boel 69:  Pemuas Wanita Cantik

Sistem Cha-boel 69: Pemuas Wanita Cantik

perintah Rian. Risa segera mengangguk patuh, dengan wajah ketakutan dia menuruti perintah Rian, untuk menyelinap masuk dan berlindung di balik kolong meja kerja yang tebal. Rian meminta sistem memadamkan lampu secara otomatis, berdiri tegak di tengah kegelapan ruangan dengan sikap siaga, meloloskan ikat pinggangnya untuk dijadikan senjata manual,sementara indera pendengarannya dipertajam, bersiap menyambut bahaya yang sudah berada di ambang pintu.
109.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai meja rias led
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status