Supir Perkasa dan Majikannya yang Menggoda
ulangku dan mengunci gerak wajah sejenak, sebelum kemudian kelam kabut menepis, "o tidak Bu, tidak, sumpah! Aku hanya lucu sendiri dengan cara dia berbicara saja, tidak lebih."
Aku sudah sangat serius menepis, tapi itu justru membuat Bu Merlin kian merekahkan senyam-senyumnya. Beruntung, hanya berselang kira-kira dua menit dari itu, Jameela sudah kembali.
Mereka lalu berbincang lagi, terkadang menggunakan bahasa Mandarin yang diselingi dengan bahasa Inggris, hingga kemudian Bu Merlin dengan bahasa Indonesianya, Jameela dengan aksen Melayunya yang kental.