Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cermin Malapetaka

Cermin Malapetaka

Dayang-dayang dengan sibuk dan terburu-buru masih berusaha menutupi jejak kelahiran sang putra mahkota. BRAR, ah pintu kamar utama berhasil terbuka. Sebenarnya tujuan mereka hendak mencari batu Kristal Regana. Sebuah batu kristal abadi yang dapat menghidupkan kembali satu nyawa setiap seratus tahun sekali. Waktu yang sangat lama untuk menantikan batu kristal itu bekerja. Kebetulan sekali batu kristal itu dapat menghidupkan satu nyawa lagi lima belas tahun kemudian. Mereka menerobos kamar utama istana karena mereka memiliki dugaan bahwa batu kristal itu disimpan di kamar utama dengan penjagaan langsung dari rajanya.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai melirik
Baca
+Pustaka
THE DEVIL WIFE

THE DEVIL WIFE

Sebagai seorang jaksa, Reno perlu memperhatikan mimik wajah seseorang saat dia bicara, dengan Begitu, Reno bisa mengetahui, apakah lawan bicaranya tersebut sedang berbohong atau tidak. Saat itu kepala Mirella terus tertunduk. Kelopak matanya sudah menggenang ribuan cairan yang siap jatuh. Kedua jemari Mirella bertaut dan saling meremas satu sama lain. "Seandainya aku boleh memilih, sesungguhnya aku tidak ingin mengingat-ingat kejadian itu lagi," gumam Mirella pelan. Air matanya perlahan mulai turun membasahi pipi.
8.821.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 680 kali sebagai melirik
Baca
+Pustaka
Bermain di Atas Ranjang CEO

Bermain di Atas Ranjang CEO

"Lila sama si Mira mana, Mel?" "Jangan panggil aku Mel!" Melvin menghela napas seraya meletakkan keripik di meja. Buru-buru Jenggala segera menyomotnya. "Bojoku nak omah mertuo. Kangen Lila jarene."[³]
5.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai melirik
Baca
+Pustaka
Bicara

Bicara

Sampe-sampe orang yang mirip dikit sama Bian, udah aku sangka dia. Handphone-nya tiba-tiba berdering, ia mengambil benda pipih itu dan meliriknya sekilas. Dahi Misell berkerut saat melihat nama peneleponnya. Ada apa Erika telepon gue? Misell segera menekan tombol hijau, dan menempelkannya ke telinga. "Hallo, Rik? Ada apa?" "Aduuh... lo ke mana aja, sih? Dari tadi gue telepon nggak diangkat." Erika meneriaki Misell, seolah Misell baru saja melewatkan hal penting.
7.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 268 kali sebagai melirik
Baca
+Pustaka
Bayangan di Balik Cermin

Bayangan di Balik Cermin

tanya Alex kepada teknisi forensik yang sedang bekerja. Teknisi itu, seorang wanita muda bernama Karen, menjawab dengan hati-hati. “Cermin ini tampaknya berasal dari kamar mandi di lantai atas. Kami menemukan bingkai yang sesuai di sana. Namun, kami belum menemukan sidik jari atau bukti lain yang signifikan di cermin ini.”
960 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai melirik
Baca
+Pustaka
Hotel Bekas Pembunuhan

Hotel Bekas Pembunuhan

Ia membetulkan kaca matanya lalu melihat ke arah semak-semak. “Ayah?” kata Mira. Yang kutahu ayahnya Mira sudah lama meninggal. Riki panik. Dia lari dari arah belakang menghampiri Mira. “Mira! Jangan lihat ke sana!” teriak Riki sambil menghalangi pandangannya. Perasaanku mulai tidak enak. ___
8.314.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 560 kali sebagai melirik
Baca
+Pustaka
Cermin Ketiga

Cermin Ketiga

Cahaya kilat dari luar sesekali menembus tirai dan membuat bayangan cermin besar di sudut ruangan tampak hidup. Dia menatap ke sekeliling. Tidak ada siapa-siapa. Tidak ada versi gelap dirinya. Tidak ada suara. Tidak ada listrik. Tapi… cermin itu retak sedikit di bagian kiri atas. Padahal sebelumnya mulus. Arsita berdiri pelan, mendekatinya. Retakannya berbentuk seperti mata yang mengintip dari balik tirai. “Gila,” bisiknya, mencoba menenangkan diri. “Mungkin gue halu. Kurang tidur. Overwork. Atau…”
631 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai melirik
Baca
+Pustaka
Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

“Aku adalah apa yang tersisa ketika dunia berhenti mengingat. Dan kini, sebagian dari ingatanku hidup di dalammu.” Lira menatap kedua benda di tangannya. Keris putih itu bersinar lembut, sementara cermin bergetar makin kuat hingga retakan kecil muncul di permukaannya. Dari setiap retakan, keluar kilatan cahaya, membentuk simbol-simbol lama yang berputar di udara.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai melirik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status