Anakku Bukan Anakku
Diam-diam ia merasa sangat menyesal karena telah mengusir wanita itu, saat ia menunjukkan benda putih kecil dengan dua garis biru.
Dimas mencuci wajahnya, mencoba menghilang pikiran tentang Mila yang semakin hari, makin terus menghantuinya. Apalagi menjelang hari pernikahannya, bayangan Mila justru semakin sering muncul tidak hanya dalam benaknya tapi juga dalam mimpi.
“Dia pasti baik-baik saja. Bahkan mungkin hidup dengan baik, tanpa mikirin gue!” Dimas berdecak, pantas mengusap wajahnya dengan menggunakan saputangan.