Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia (Gadis Pengagum Senja)

Perasan yang berkecamuk menyimpan luka, Damar tampak begitu kecewa. “Mama” Panggil Gistara dari depan pintu ia bingung melihat Mama dan Kakanya sedang menangis.”Kaka kenapa menangsi?” Ucap Gistara dengan mata berkaca-kaca seperti ikut merasakan kesedihan sang Kakak. Damar menghampiri adiknya lalu menjelaskan bahwa ia baik-baik saja.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai memendam perasaan
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Om-Om

Terpaksa Menikahi Om-Om

Seperti yang Anda pikirkan dari itu あれから思うように saya tidak bisa bernafas 息ができない Saya berada di sisi itu あんなに側にいたのに Ini seperti kebohongan まるで嘘みたい Sangat tak terlupakan とても忘れられない Hanya itu yang pasti それだけが確か Bahkan kesedihan hari itu Bahkan penderitaan hari itu あの日の悲しみさえ あの日の苦しみさえ Aku menyukai semuanya bersamamu そのすべてを愛してた あなたとともに Aroma lemon pahit yang tidak akan meninggalkan dadamu 胸に残り離れない 苦いレモンの匂い Aku tidak bisa pulang sampai hujan berhenti
8.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai memendam perasaan
Baca
+Pustaka
Ah, Jangan Kakak Ipar

Ah, Jangan Kakak Ipar

“Tolonglah ... please ... keluarlah ... jangan berhenti lagi ...” Suaranya gemetar, hampir seperti sebuah doa dan rasa putus asa yang bercampur menjadi satu. Damar melihat Risa tajam, kulit di dadanya sudah memerah, semakin sensitif, dan cara Risa menarik pompa itu terlalu keras. Damar meringis, membayangkan bagaimana rasa sakit yang diderita Risa. Perempuan itu terlalu nekat.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai memendam perasaan
Baca
+Pustaka
Lebih dari selamanya

Lebih dari selamanya

"Ada. Kau perlu memahami itu." Amanda mengambilkan tas make up-nya di dalam tas kerjanya. Pertama yang dilakukan Amanda adalah membersihkan wajanya dengan micellar water. Pelan-pelan ia pijat wajahnya. Entah kenapa, hatinya berdetak. Kata-kata Arafa mendadak terngiang di telinganya. Memahami perasaan orang lain yaitu dengan mendekati. Setelah mendekati, baru kau pahami bagaimana respon perasaan yang ada di hatimu. Jawabannya adalah hatinya berdetak kencang.
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai memendam perasaan
Baca
+Pustaka
Antara Pasal dan Perasaan

Antara Pasal dan Perasaan

tanya Aura, berusaha menahan emosi yang mulai menguasainya. Ari sedikit tersenyum, namun senyum itu terasa aneh—lebih seperti senyum penuh pemahaman daripada kebahagiaan. "Kadang, kita mencari kebenaran dengan cara yang salah. Dan itu bisa menyakiti orang yang tidak bersalah." Ia berhenti sejenak, seperti sedang mencari kata-kata yang tepat. "Mungkin kamu harus berhenti mencari di tempat yang salah."
1.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai memendam perasaan
Baca
+Pustaka
Dendam Mantan!

Dendam Mantan!

"Lagian aku enggak beneran cinta sama kamu. Aku cuman pengen balas dendam aja sama Rajendra dan kamu pun pake aku biar enggak dijodoh-jodohin. Jadi kita impas." "Enggak usah ada kata 'pake' karena itu terlalu kasar," ucap Rainer mengingatkan. "Iya-iya maaf, tapi intinya kita tuh saling menguntungkan. Jadi kamu enggak usah banyak protes," ucap Kalania. "Saya enggak protes, saya cuman mempertanyakan kamu."
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai memendam perasaan
Baca
+Pustaka
ISTRIKU SERING DIAM SETELAH KUBENTAK!

ISTRIKU SERING DIAM SETELAH KUBENTAK!

Ia tak ingin hal buruk terjadi, seperti misalnya tentang kepergian orang yang sudah teramat disayangi. Damar memejamkan matanya, mengingat kenangan demi kenangan yang mereka lalui bersama. Begitu indah, hingga semakin membuat sesak dalam dada. "Sayang, bangun. Kenapa tidurmu lama sekali," ujar Damar berbicara sambil menutup matanya. Ia tak sadar bahwa seseorang yang sedang disuruhnya untuk bangun sekarang, perlahan-lahan membuka mata.
9.866.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai memendam perasaan
Baca
+Pustaka
DENDAM MANTAN ISTRI

DENDAM MANTAN ISTRI

“Kau pikir, luka tusuk sebanyak itu pembunuhan biasa? Hanya orang yang punya dendam yang bisa melakukannya tanpa berhenti. Jus … jus … jus … tusuk sana tusuk sini tanpa ampun. Dendam apalagi yang lebih dahsyat dari dendam karena wanita.” Gamma terdiam. Ingatannya tertuju pada Mala. Bahkan bila Mala jatuh ke pelukan lelaki lain, dia akan sangat sanggup melakukan hal itu pada lelaki lain tersebut. Gelap mata, tak memikirkan akibat apapun yang penting dendam terbalas.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai memendam perasaan
Baca
+Pustaka
Arabella Milik Sang Mafia

Arabella Milik Sang Mafia

Damnatio pun mulai berpikir cara untuk menghilangkan perasaan seperti ini dengan harus dengan apa? "Haruskah aku menyentuh Meyden demi menghilangkan rasa tidak wajar ini pada Lexie?" dalam hati Damnatio
1013.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 460 kali sebagai memendam perasaan
Baca
+Pustaka
Gemerlap Dendam Sang Pewaris

Gemerlap Dendam Sang Pewaris

“Kenapa raut wajahnya masih seperti itu? Masih marah?" Samudra mendengus. “Aku tidak marah. Aku cuma … tidak suka orang bicara tentang masa lalumu seolah mereka tahu segalanya.” Dania tersenyum samar. “Itu masa lalu, Sam. Aku bahkan sudah lupa bagaimana rasanya menangis karena lapar.” Samudra menatapnya lekat, ada kekaguman yang tak bisa ia sembunyikan. “Kamu kuat. Kalau aku di posisi kamu waktu itu, mungkin aku sudah menyerah.”
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai memendam perasaan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status