Suami Warisan
Dagunya bertumpu di atas lengannya sementara dia mengedarkan pandangan ke sekeliling, rumahnya porakporanda, amukan Narendra mengguncang rumah sewanya, lelaki itu hanya meninggalkan hasil karyanya yang hampir jadi dan Rengganis yang masih terguncang.
Dasar berengsek, lelaki di dunia sama aja. Mau yang udah tua atau muda, sama aja. Mereka hanya peduli sama ego sendiri! Keluhnya dalam hati.
Air matanya kembali meleleh, Rengganis menarik ingusnya dan mengusap pipinya kasar. Saking kesalnya dia sampai menangis.
Kenapa sih?! jeritnya di dalam kepalanya, kenapa sih aku selalu sial?