REINKARNASI SANG PUTRA SURGAWI
KEZHIA ZHOUmata seperti ada kilatan cahayaom om apa yang pagi siang malam ke lautcerpen ketika laut marahtangisan laut berdarah
Melainkan tentang perasaan yang selama ini mereka tahan.
Tubuh Lucan bereaksi secara naluriah, tegang, seolah ia benar-benar lupa bahwa ia bukan sepenuhnya manusia.
ZTTT…! ZZTTT…!
Lampu di ruangan itu berkedip, redup lalu terang kembali. Berkali-kali. Namun Seira tak lagi peduli. Cahaya, simbol, semua terasa jauh. Tidak lagi penting baginya.