Belenggu Cinta
“Aku selalu serius dengan kata-kataku. Ya, kuakui memang nggak mudah menunggu orang yang kucintai selama itu, tapi bukan berarti aku nggak bisa. Lagi pula, kita udah pacaran selama sembilan tahun, kan? Bukan masalah besar kalau durasinya harus diperpanjang sampai lima tahu lagi. Cintaku ke kamu masih sama. Malah, bisa jadi tambah besar.”
Mendengar itu, Selina menitikkan air mata tanpa bisa dicegah. Tubuhnya kemudian menghambur ke pelukan Erlan dan isak tangisnya mulai terdengar. “Hiks … hiks.”
“Hei, jangan menangis!”
“Kumohon, biarkan aku menangis di pelukanmu,” lirih Selina. “Lima meniiit saja.”
Hot Chapters