Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pelakor Tak Pantas Bahagia

Pelakor Tak Pantas Bahagia

Belum lagi mereka merasa was-was soal apa yang Airin katakan tentang sosok kakek yang sudah sejak tadi ingin mengajaknya pulang. Bu Marni, mengangguk dan melangkah bersama Intan ke meja makan. “Mana yang lain?” tanya bu Marni. Mira katanya mau makaan bakso, dia sudah pesan online. Andika belum lapar,” jawab Intan. Setelah itu, bu Marni tak lagi bertanya. Mereka sibuk dengan makanan masing-masing. Tiba-tiba Intan teringat sesuatu dan bertanya. “Bu, katanya kalau orang sakit terus di datangi sesuatu yang tak kasat mata, artinya orang tersebut sebentar lagi akan meninggal. Betul nggak?”
1017.4K viewsCompletedAdded to Library 382 Times as mengintai
Show Reviews (11)
Read
+Library
Septy
Pelakor nggk ada beda ny Ama wanita panggilan ya. Dinikmati, trus ditinggalkan dan diksih duit. Cuma bisa nahan cemburu tanpa bisa ngapa-ngapain. Cuma jdi pemuas nafsu semata. Suami akan tetap kembali ke istrinya, dan elu cuma bisa gigit jari. keren kk crita ny,diawal bab ja dh greget bgt. semangat
RIA
Pelakor = wanita panggilan... di temui jika si pria ingin menyalurkan hasrat ketika selesai di beri duit lalu pergi ..marah dan cemburu tapi tak bisa mengungkapkan semua itu karna dia tak punya hak atas hidup si pria,semangat othor jgn kasih kendor
Read All Reviews
Petaka Malam Tahun Baru

Petaka Malam Tahun Baru

Seno turun dari mobil lalu melangkah masuk ke dalam Supermarket. Aku menyandarkan punggung ke jok belakang sambil mengamati para pengunjung Supermarket yang keluar dari sana. Eh, aku seperti melihat Intan, gadis SMA yang pernah video call. Dia adalah otak yang menyesatkan sehingga aku bisa dikeroyok para bencis itu. Kuamati dengan teliti tiga anak SMA yang baru keluar dari Supermarket itu, salah satu diantaranya memang benar gadis yang salah sambung dan berkenalan denganku itu. Tak salah lagi, aku masih ingat dengan wajah imutnya, dia memang sosok bernama Intan itu.
1014.7K viewsCompletedAdded to Library 294 Times as mengintai
Read
+Library
Gemintang

Gemintang

Bel rumah Keenan berbunyi nyaring, berkali-kali dan dalam jeda waktu yang dekat. Sukses membuat si pemilik rumah keluar dari persembunyiannya. “Siapa sih itu? Kok berisik banget,” gerutu Keenan. “Sepertinya teman-teman Bapak,” ujar salah satu maid. Dugaan si pembantu benar adanya, sosok Satya, Johnny dan Sena sudah berdiri dengan senyum jahil terulas jelas di wajah mereka.
105.2K viewsOngoingAdded to Library 177 Times as mengintai
Read
+Library
STEMPEL MISKIN UNTUK KELUARGAKU

STEMPEL MISKIN UNTUK KELUARGAKU

Suara bariton bang Satria dengan penekanan, mampu membuat orang yang melihat terdiam kaku, pun dengan Nia yang sudah tertunduk diam. “Ma … Maaf, Pak. Sa … Saya pikir … ,” ucapnya terbata. “Temui saya, setelah ini.” Hanya itu ucapan bang Satria. Intan membisikan sebuah kalimat dengan nada mengejek dan aku pun, setuju dengan apa yang diucdiucapkannya. ‘Pasti niatnya, ingin menyiram kita.’ 🍀🍀🍀
1010.3K viewsOngoingAdded to Library 205 Times as mengintai
Read
+Library
Kupu Kupu Terbelenggu

Kupu Kupu Terbelenggu

kata pramuniaga itu intan pun tampak bingung mendengar komentar pramuniaga itu terhadap dewi "memangnya kenapa mbak? kok salut sama dewi?" tanya intan penasaran "ya padahal masih muda, masih sekolah, tapi semangat kerja nya kadang melebihi kami yang sudah lama kerja disini" timpal si pramuniaga
3.0K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as mengintai
Read
+Library
CINTA yang TERSAKITI

CINTA yang TERSAKITI

Natasya menelan ludah dengan sukar tenggorokannya terasa kering. Diambilnya gelas berisi air yang langsung ia minum. Setelahnya ia letakkan kembali gelas itu di atas meja. “Saya tidak ingin bertengkar di meja makan dan saya bekerja untuk Nona Tiara anak dari pemilik rumah ini. Yang kehadirannya belum diketahui oleh anak asuh saya.” Natasya melihat ke arah Tiara yang balas menatapnya.
2.6K viewsCompletedAdded to Library 66 Times as mengintai
Read
+Library
Vice Versa

Vice Versa

“Selamat, kamu mendapat tempat yang strategis.” Mengapa menurutmu begitu? Tabian memandangi meja dihadapannya. Bukan karena ada coretan iseng yang terukir atau kaki bangku yang tidak utuh. Letaknya yang berada di tengah ruangan, mengganggu dirinya. “Nama aku Intan. Kamu?” Krik, krik, krik. Tabian menjawab dengan kerlingan sesaat. Seketika alis Intan bertaut dengan senyum kaku melengkapinya. Waktunya Intan untuk pergi. Ia melangkah mundur secara perlahan.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as mengintai
Read
+Library
Istri Tuli Yang Kau Buang

Istri Tuli Yang Kau Buang

Kata hadiah adalah sebutan untuk sab*. Zulfikar manggut – manggut. “Aku belum lapar, aku butuh hadiahnya. Apa kamu membawanya?” “Ada di sini.” Intan memberi kode dengan menyentuh dua gunung yang menempel di tubuhnya. “Aku sudah memberi uang tip pada Sipir.” Setelah melihat petugas yang berjaga di luar dan merasa aman. Dia menaikkan blouse longgarnya.
1021.6K viewsCompletedAdded to Library 649 Times as mengintai
Read
+Library
Batas kesabaran seorang istri!

Batas kesabaran seorang istri!

Pov. Mertua Aku kesal dengan perkataan Intan padaku. Aku juga tidak menyangka, akibat dari pantangan yang aku langgar akan sefatal ini. Intan yang dulunya begitu penurut, mau melakukan apapun yang aku minta. Kini mulai membangkang. Satu lagi yang membuatku muntab. Sekarang ia berani memaki putri kesayanganku. Hanya karena Rika meminta uang untuk membeli nasi padanya.
1075.8K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as mengintai
Read
+Library
CINTA INI BUTA

CINTA INI BUTA

Cinta itu buta "Na, Kamu bisa ya, bertahan dengan pria seperti Marvel itu!" celetuk sahabat Riana saat melihat gadis itu masih bertahan pada cinta yang begitu menyakitinya. "Memangnya ada apa, Jen?" "Kamu itu kena pelet atau gimana sih, Na! Coba buka matamu lebar-lebar untuk melihat keadaan!" sungut Jeni semakin kesal melihat sikap Riana yang biasa saja itu.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 136 Times as mengintai
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status