Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bos Besar Di Balik Meja Kuliah

Bos Besar Di Balik Meja Kuliah

Sayangnya, dia tidak cukup pintar. Seringai di wajah Reagan membuat pria itu merinding. “Kamu tidak akan bisa mematahkan satupun tulangku, bajingan! Pria rendahan sepertimu sebentar lagi akan takluk pada kematian!” ucapnya. Berusaha menggoyahkan Reagan dengan kalimat-kalimat intimidasi. “Berhenti mengatakan omong kosong! Sekarang katakan padaku siapa yang menyuruhmu atau kamu memang sengaja memintaku mematahkan tulang ekor!”
1014.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 297 kali sebagai mengintimidasi
Baca
+Pustaka
Jangan Salahkan Aku Mencintainya

Jangan Salahkan Aku Mencintainya

“Katakan, siapa orang yang sudah berani meracuni pikiranmu untuk menentangku?” Radit kembali melangkah mendekat, sangat dekat hingga tubuh Andini sampai membentur tembok dibelakangnya. Sebegitu dekatnya posisi Radit dari wajah Andini, membuat wajah mereka hampir bertemu. Bukan untuk mencium. Bukan untuk menyentuh. Tetapi untuk mengintimidasi. “Ingat satu hal ini baik-baik Andini!!” napas Radit panas karena amarah, “aku nggak akan pernah kalah pada siapapun.”
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai mengintimidasi
Baca
+Pustaka
Tunangan Kontrak Sang CEO

Tunangan Kontrak Sang CEO

HR juga menawarkan konseling karena intimidasi sering menyasar badan dan pikiran sekaligus. Langkah 4: Komunikasi. Sinta menyiapkan holding line satu paragraf—hanya akan dipakai bila media mencium isu: “Perusahaan tidak menoleransi intimidasi terhadap staf. Setiap ancaman dilaporkan kepada aparat dan ditangani sesuai hukum.” Tidak ada kata sifat, tidak ada nama. Kalimat itu seperti pagar—tidak tinggi, tapi jelas.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai mengintimidasi
Baca
+Pustaka
Dosa Termanisku

Dosa Termanisku

ajak pak Ardi sambil merangkulku. Oh... Come on. Kedudukan slalu menjadikan seseorang memiliki atribusi untuk mengintimidasi seseorang lainnya meski hanya dengan rangkulan. Aku meneguk ludah. "Balkon saja, Pak! Sepertinya sudah mau senja!"
1096.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai mengintimidasi
Tampilkan Ulasan (43)
Baca
+Pustaka
ꪑ ꪊ ᡶ ỉ
Kok aku jadi curiga sama Dito yaa. Dia malah suruh Anna nemuin mamahnya yg lagi sakit jantung, pemicu kemarahan mamahnya Dito kan Anna, ya pasti kumat lagi kah jantungnya. Jadi kaya sengaja gitu Dito supaya mamahnya kolaps terus meninggal terus udah deh ga ada yg jadi penghalang restu hubungan.
Sukmawati Dewi
Pak Ardi dan Anna adalah dua manusia yang terjebak dalam waktu yang salah dengan perasaan yang jujur. Perjuangan mereka tidak mudah bahkan harus berdarah-darah demi menjaga perasaan. Tidak ada seorang pun yang berhak menilai keputusan dan kehidupan yang dijalani karena itu sepenuhnya hak mereka.
Baca Semua Ulasan
Kontrak Cinta si Gadis Penari

Kontrak Cinta si Gadis Penari

wajah mereka begitu dekat, lalu Tara menarik sudut bibirnya, tubuh Adisty sedikit terangkat. Ia berjengit dengan leher semakin tercekik. Matanya membeliak sempurna dan Tara selalu berharap, hari ini bisa melihat bola mata itu keluar. “... jangan pernah berbicara langsung di depan gue seperti tadi. Artinya, lo harus siap kalau gue telanjur muak dan berakhir menyiksa lo lebih kejam,” lanjutnya penuh intimidasi dan mengempaskan tubuh Adisty, menabrak loker di sisi samping.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai mengintimidasi
Baca
+Pustaka
BANGKITNYA ISTRI YANG TERTINDAS

BANGKITNYA ISTRI YANG TERTINDAS

Suara Aiden rendah, namun menghantam Enzo seperti palu godam. "Sa-saya bukan mengancam. Saya hanya..." Enzo tergagap, niatnya mengintimidasi, tapi malah dirinya yang terintimidasi. "Silakan sebar foto itu dan jatuhkan nama perusahaan saya! Tapi, setelah foto itu terbukti tidaklah benar, maka kamu harus siap-siap untuk terkubur di bawah kubangan lumpur! Saya tidak pernah takut berhadapan dengan siapapun. Apalagi, dengan kecoa busuk pengemis macam kamu!" Aiden menatap Enzo dengan sorot mata membunuh, suaranya menusuk tulang.
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai mengintimidasi
Baca
+Pustaka
Mantan Istri

Mantan Istri

Intan mengucapkan kalimat itu setengah berteriak dengan nada sinis. ## Apa yang dilakukannya di Swalayan tadi membuatnya gelisah. Beberapa kali Baskoro berusaha memejamkan mata tapi tak juga bisa tidur. Yang terbayang di pelupuk matanya hanya wajah Intan yang menatapnya. Dengan jarak yang ia buat sendiri dia bahkan merasa tidak akan terpedaya dengan mantan istrinya itu. Intimidasi yang dilakukannya seperti magnet yang semakin menarik dirinya untuk terus mengungkung lebih dekat dan lebih lagi.
1025.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 966 kali sebagai mengintimidasi
Baca
+Pustaka
Terperangkap Gairah Sang Mafia Kejam

Terperangkap Gairah Sang Mafia Kejam

Tatapan intimidasi yang Dante berikan bahkan sudah membuat para bawahannya merasa membeku seketika. “Kalian sudah tau jika aku suka memburu hama bukan?” Pria itu berucap datar namun mampu mengantarkan hawa dingin di sekitarnya “Dan hari ini aku berusaha untuk berburu kembali” Dante menampilkan smirknya “Jadi adakah yang ingin mengaku?” tanyanya dengan penuh penekanan “Ma-maaf tuan, tapi kami yakin jika selama ini tidak ada yang melakukan hal aneh” Salah seorang penjaga pria di ana berucap dengan pelan, takut membuat sang atasan marah
10134.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.4K kali sebagai mengintimidasi
Baca
+Pustaka
MANTAN WITH BENEFIT

MANTAN WITH BENEFIT

“KITA HARUS CEPAT! SAAT LAWAN MAU NYERANG, PERHATIKAN GERAKANNYA, DAN SERANG SEBELUM MEREKA MENYERANG KITA! PAHAM?!” Sudah berkali-kali kusarankan agar dia lebih lembut, tapi dia tetap menganggap suaranya biasa saja. Buat orang yang belum kenal, nadanya terdengar mengintimidasi, bikin orang ilfeel, bahkan merasa diusir.
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai mengintimidasi
Baca
+Pustaka
Invitasi

Invitasi

Menutup rapat mulut mereka. Sebenarnya Mika tidak begitu menyeramkan saat marah. Orang-orang bersikap segan padanya hanya karena auranya yang mampu mendominasi. Tatapan matanya, ekspresinya, bahkan tanpa marah-marah dan beradu kekerasan, Mika dapat mengintimidasi orang lain.
9.910.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 379 kali sebagai mengintimidasi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status