Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Prince Of Love

Prince Of Love

tanya balik Aka dengan tenang. “Iya nih, nunggu bus-nya lama,” Cia mengemukakan alasannya, sembari matanya berputar mengawasi keadaan di halte yang hampir sepi. “Nunggu bus-nya lama terus sekalian mau jalan–jalan, nggak langsung pulang?” tebak Aka to the point. Cia menoleh cepat, sorot keheranan nampak jelas di matanya. Tapi cowok yang dilihatnya hanya menampilkan wajah geli tanpa kata.
1013.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 497 kali sebagai menunggu bus sebaiknya di
Baca
+Pustaka
Mantanku Kembali

Mantanku Kembali

Aku tidak bisa berada di tempat yang dipenuhi ketidakpastian dan penilaian. Saat aku mencapai halte bus, aku duduk di bangku sambil menunggu. Bus yang aku tunggu datang, dan aku segera naik, memilih tempat duduk di pojok. Aku melihat ke luar jendela, memperhatikan pemandangan yang berlalu. Setiap detik terasa seperti upaya untuk menghapus semua kenangan yang menyakitkan.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai menunggu bus sebaiknya di
Baca
+Pustaka
REINKARNASI SANG PUTRA SURGAWI

REINKARNASI SANG PUTRA SURGAWI

Ia menghela napas panjang, mencoba mengusir rasa panas yang masih tersisa di wajahnya. Tak lama kemudian, bus yang ditunggunya berhenti di tepi jalan. Dengan langkah tergesa, Seira naik dan duduk di bangku tengah. Bus kembali melaju, meninggalkan deretan rumah kontrakan di belakang.
10659 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai menunggu bus sebaiknya di
Baca
+Pustaka
Awas, Bos Jatuh Cinta!

Awas, Bos Jatuh Cinta!

Fern merasa bebannya terangkat dari suasana murungnya beberapa hari yang lalu, setelah dia keluar dari kafe. Dia melihat jam dan menyadari harus segera pergi menjemput putrinya dari sekolah sekarang. Dia naik bus dan menuju sekolah Rue. Bus terjebak di kemacetan selama lebih dari sepuluh menit. Sudah lewat jam sekolah ketika Fern tiba. Meski begitu, dia telah memberi tahu putrinya, bahwa dia harus menunggu di pintu masuk sekolah jika tidak ada yang datang menjemputnya, dan tidak boleh pergi ke mana-mana.
9.3672.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21.5K kali sebagai menunggu bus sebaiknya di
Tampilkan Ulasan (100)
Baca
+Pustaka
Sun Shine
"Percuma tampan tapi penyakitan! Dia juga bodoh dan miskin!" Begitulah orang-orang mencemoohnya. Dia adalah seorang pemuda bernama Green Williams. Bagaimana jika kamu memiliki suami seperti Green? Penyakitan, lamban dan selalu bergantung padamu. Mari ikuti kisahnya dalam judul :[Suami Tak Sempurna]
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak?
Baca Semua Ulasan
Terjerat Gairah Arjuna

Terjerat Gairah Arjuna

Hei, melewatkan makan lagi ya bocah itu? Dalam masa diam, langkah-langkah kaki mengantar dua orang itu sampai di pemberhentian bus. Tidak banyak orang dan belum ada tanda-tanda mesin raksasa akan datang. Si kasanova bersama pujaannya harus menunggu sebentar.
109.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 267 kali sebagai menunggu bus sebaiknya di
Baca
+Pustaka
GADIS PILIHAN CEO

GADIS PILIHAN CEO

Yah, apa boleh buat harus diikuti daripada dipecat. Alif menghentikan langkah saat tiba di sisi jalan. Di sana, banyak orang menunggu. Bisa kulihat dari seragam mereka yang kebanyakan orang kantoran juga anak sekolah. "Ayo, Mbak cepat udah mau nyampe nih bus-nya," teriaknya dari jauh. Mendengar hal itu aku mempercepat langkah, takut saja kalau ketinggalan.
1030.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 907 kali sebagai menunggu bus sebaiknya di
Baca
+Pustaka
Mendadak Nikah : Tawanan Hati Berondong Tajir

Mendadak Nikah : Tawanan Hati Berondong Tajir

Hanya ada dua bus yang terparkir menunggu hingga penumpang penuh. Beberapa calo berteriak menawarkan jurusan. Kazuya membawa langkah mereka menuju bangku kayu memanjang di samping warung yang terlihat sudah tutup. “Kamu tunggu disini,” pinta Kazuya seraya membantu Clay untuk duduk. Setelah memastikan Clay duduk nyaman, Kazuya bergegas menghampiri salah satu kernet bus. “Jurusan kota akan berangkat sebentar lagi,” ucap kernet memberitahu. Lalu menyebutkan nominal harga.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai menunggu bus sebaiknya di
Tampilkan Ulasan (51)
Baca
+Pustaka
Cleo Voltra
Kazuya ugal²an banget mepetin Clay. Mana brondong, tengil pula, lucuuuk wkwk. Tapi aku seneng mereka akhirnya nikah yeaayy. Semoga aja perasaan Clay tumbuh buat Kazuya ke depannya. Plis jangan cerai dulu. Ayo kak update lagi babnya! <3
KiraYume
Suka banget sama alur ceritanya! Nikah dadakan sama berondong tajir, auto jadi tawanan hati. Dari awal udah disuguhi drama, apalagi pas muncul surat perjanjian dan akhirnya ketemu Rafael. Dinamika hubungan mereka yang unik ini bikin senyum-senyum sendiri. Recommended
Baca Semua Ulasan
Affair With My Ex

Affair With My Ex

"Hmm... Mobil saya mogok, maka itu hari ini saya naik angkutan umum." Bella mengangguk mengerti, "bus nya masih lama sepertinya, pak. Mungkin karena hujan, apa tidak seharusnya bapak naik taksi saja?" Bella menyarankan karena mungkin Sean tidak akan nyaman nanti berdesakan. Belum lagi aroma-aroma tidak sedap pasti tidak akan mengenakan untuk Sean. "Kalau tahu busnya tidak akan datang kenapa kau tetap menunggu?"
107.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai menunggu bus sebaiknya di
Baca
+Pustaka
Jerat Kematian CEO Maut

Jerat Kematian CEO Maut

Rissa seolah terhipnotis dengan senyuman itu. “Jika boleh saya ingin menawari Anda tumpangan, Miss. Jam segini bus mungkin sudah mulai tidak beroperasi lagi. Jika masih, Anda kelihatannya harus menunggu lebih lama lagi karena bus menunggu penumpang,” jelasnya.
109.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai menunggu bus sebaiknya di
Baca
+Pustaka
Mission of Coordinate

Mission of Coordinate

Hembusan udara pagi terasa dingin hingga menusuk kulit. Pagi itu, Keenan sedang duduk di halte menunggu bus sekolah datang. Biasanya bus itu sudah datang sekitar lima menit yang lalu, tetapi entah mengapa hari ini bus tak kunjung datang. Keenan merapatkan jaketnya untuk menghalau angin yang berusaha menembus jaket. Sepuluh menit kemudian, dari kejauhan tampak kendaraan persegi panjang berwarna kuning menuju ke arahnya dengan perlahan. “Akhirnya datang juga,” batin Keenan sambil bernafas lega.
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 166 kali sebagai menunggu bus sebaiknya di
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status