Gara-Gara Parfum
bisikku berbicara dengan udara hampa.
Bus yang ku tunggu akhirnya tiba, aku berdiri dari kursi Halte melangkah pelan ke pinggir trotoar, menunggu Bus berhenti sempurna di hadapanku. Aku duduk di kursi tak jauh dari pintu lalu memalingkan pandanganku lurus ke luar jendela. Bus yang terasa berjalan sejenak, tiba - tiba kembali berhenti dan membuka pintunya menerima kedatangan seseorang. Aku menatap lurus ke arah pintu, melihat siapa yang masuk ke dalam Bus. Mataku melebar tidak percaya dengan wajah yang aku lihat, wajah itu semakin mendekat ke arahku lalu duduk di kursi kosong di seberangku. Aku masih menatap wajah pria itu dengan mulut terbuka hampa, sementara pria itu duduk santai dengan tan
Bab Populer