SELINGKUH DENGAN TETANGGA
Atau,
Halnya Mutmainah, Haris pun merasakan hal yang sama. Berulang kali ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal untuk mengusir rasa jengah yang mendera. Sebenarnya, adiknya ini berniat memberikan kejutan atau menjebaknya. Namun, hal itu ia tahan mati-matian, sebab dari ekspresi Aurel, adik bungsunya nampak tenang bahkan semakin bersemangat, kentara dari pancaran aura di wajahnya.
"Baiklah, aku minta kau perkenalkan diri sama Abang dan ibu. Meskipun saya sudah tahu, tapi mereka belum!" Titah Aureli yang langsung di angguki oleh wanita bercadar di sampingnya.