BEHIND
Ia makin mengeratkan genggamannya, merapatkan matanya, terus memintal asa pada Sang Penguasa.
Hampir saja kugigit habis kepalanya saat tepukan pada bahu begitu mengejutkan. "Cukup!"
Aku terdiam, sedangkan Hard kian mengeratkan cengkeramannya pada bahu.
Aku mengedik, mencoba mengempas tangan kekar Hard. Aku akan main-main sebentar dengan manusia ini, Hard!
Sayangnya, sebesar kekuatanku untuk melepas cengkeramannya, makin kuatlah ia mengerat. Tiba-tiba saja, kurasa bahu yang memanas. Ada apa ini?
Hot Chapters