Keperkasaan Tukang Kebon
"Dan tiap denger...?"
"Tubuhku bereaksi sendiri," Maya mengakui, suaranya bergetar. "Seperti... pavlov. Refleks yang nggak bisa dikontrol. Aku nggak bisa tidur, nggak bisa fokus. Aku..." Dia menelan ludah. "Aku jadi sering menyentuh diriku sendiri, tapi nggak pernah cukup. Nggak pernah sebanding."
Pengakuan itu mengambang di antara mereka. Maya bisa merasakan Irwan masih berada di dalamnya, setengah keras, tubuh mereka masih menyatu dalam keintiman yang kini dibayangi oleh kejujuran pahit.
ตอนยอดนิยม