Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku
Dia menatap hasil karyanya dengan kepuasan yang mengerikan.
"Lihat," perintahnya, menunjuk paha dalamku.
Aku menunduk. Di kulit putihku yang mulus, kini tercetak jelas tanda merah gelap berbentuk oval. Tanda itu terlihat kontras, seolah kulitku memar parah.
"Ini biar kamu ingat," bisik Arjuna, mengusap tanda itu dengan ibu jarinya, menekannya sedikit hingga aku meringis.