Bayangan Dibalik Cermin
“Aku tidak kuat lagi… Aku ingin keluar dari sini!”
“Kita harus tetap tenang! Jangan melihat ke belakang!” Andi mencoba menjaga nada suaranya, meskipun hatinya berdebar hebat.
Namun, saat mereka berlari, tiba-tiba jalan yang mereka lewati terasa berubah. Tanah di bawah kaki mereka terasa lebih lembek, seperti lumpur, dan setiap langkah membuat mereka semakin tenggelam.
“Mira, hati-hati! Ini bukan jalan biasa!” Andi memperingatkan sambil memegang tangan Mira yang mulai terpeleset.