KUNYIT DARI SARANJANA
Suara dari air terjun medesir, menemani orang-orang pribumi yang membersihkan tubuh di sungai, segerombolan anak kecil melompat dari atas batu besar, masuk ke dalam air sungai dengan tawa canda mereka.
Kecek yang termenung duduk di atas batu besar. Dengan pikiran melalang buana, ia mikirkan nasib sahabatnya, yang berjuang sendiri di sana, sedangkan ia tidak berdaya telah kalah oleh keada’an, Ia tidak bisa kembali lantaran mandaunya telah hilang entah dimana. Mustahil baginya untuk kembali tanpa mandau yang bisa membelah portal demensi.
“Aden, apa yang menggangu pikiranmu sa’at ini.? Ucap Parjo seraya mengambil posisi duduk tepat di sebelah Kecek.
Bab Populer