Suamiku Berandalan Sekolah
gumamku, menyenderkan kepala di jok belakang.
Eh, aku mengakui punya suami? Astaga, mimpi apa aku semalam.
"Oh, kirain belum. Soalnya, mau saya jadikan pacar ke 10," kata Pak supir, terlalu jujur.
"Astaghfirullah Pak!" pekikku, mulutku terbuka karena kaget.
"Hehe, enak Neng. Banyak pacar," kelakar Pak Supir, melirikku lewat kaca spion.