Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Takkan Kembali Lagi

Takkan Kembali Lagi

Si sopir taksi yang sudah tua pun melirikku melalui kaca spion. Dia berkata, "Nona, jangan menoleh lagi ke belakang. Fokuslah ke depan." Sopir taksi itu mengungkapkan apa yang ada dalam pikiranku, fokus ke depan. Tiga hari kemudian, kalangan penguasa keuangan Kota Neysa pun menjadi gempar.
7.1K viewsCompletedAdded to Library 197 Times as percekcokan
Read
+Library
Sekalipun Kembali, Hatiku Tetap Pergi

Sekalipun Kembali, Hatiku Tetap Pergi

Setelah mendengar suara di ujung telepon, Desi segera mengenali itu adalah asisten Martin. Dia tersenyum canggung, terkejut karena bukan aku yang mengganggu mereka. Martin segera memeriksa topik pencarian tren dan melihat Akta Nikah yang aku unggah, dengan kata “heboh” yang terpampang. Entah kenapa, alih-alih marah, dia justru merasa lega. Desi melihat gerakan kecil Martin dengan jelas, dia menggigit bibir bawahnya erat-erat, menatapnya dengan enggan.
6.2K viewsCompletedAdded to Library 248 Times as percekcokan
Read
+Library
Mengejarku Setelah Perceraian

Mengejarku Setelah Perceraian

Bab 24 Keesokan paginya, Annisa terkejut saat melihat ada satu panggilan tak terjawab dari Sean di ponselnya. Jantungnya berdebar. Ia segera menelepon balik, tapi yang terdengar hanya suara operator. Annisa menghela napas, merasa bersalah. "Maaf, Sean... aku nggak dengar teleponmu." Semalam ia sengaja menyetel mode senyap, khawatir Baskara akan menghubunginya lagi.
1.5K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as percekcokan
Read
+Library
Kaca yang Pecah

Kaca yang Pecah

Ternyata, dia ingin aku melahirkan anak laki-laki? Haha, rencana yang bagus! Aku berdiri dan hendak pergi, tapi ujung bajuku tidak sengaja menjatuhkan gelas di sampingku. Suwanto segera memberi isyarat kepada ibu mertuaku untuk diam, melihat mataku yang memerah, dia pun panik. “Jennifer, apa saja yang kamu dengar barusan?” Nada suaranya tampak tenang, tetapi jarinya tidak bisa berhenti gemetar.
7.3K viewsCompletedAdded to Library 241 Times as percekcokan
Read
+Library
PELAKOR KAPOK

PELAKOR KAPOK

Pusing isi kepalaku. *****
5.5K viewsCompletedAdded to Library 121 Times as percekcokan
Read
+Library
Sisa Takdir

Sisa Takdir

"Saya tidak tahu apa yang sedang Anda bicarakan. Semua ini hanyalah kesalahpahaman." Caelum menghela napas, lalu mengangkat tangannya. "Kalau begitu, izinkan aku memperlihatkan sesuatu kepada semua orang di sini." Ia mengeluarkan sebuah bola kristal kecil dari sakunya. Bola itu tampak bersinar samar, menarik perhatian semua yang hadir. "Ini adalah bola perekam yang aku dapatkan malam itu," ujar Caelum dengan tenang. "Dan di dalamnya, ada suara Tuan Rotherham sendiri yang mengakui bahwa semua ini adalah rencananya."
102.6K viewsCompletedAdded to Library 98 Times as percekcokan
Read
+Library
Petaka yang Kuciptakan

Petaka yang Kuciptakan

"Mbah Mijan tersenyum kecil, diraihnya bungkusan kecil dari sakunya dan menyerahkan kepada Ifan, Ifan yang kebingungan langsung mengambilnya dan melirik ke arah Yogi, namun Yogi tampak acuh. Mbah Mijan menyerahkan kain kecil yang diikat oleh seutas pelepah daun pisang yang sudah kering. "Didalamnya ada permen sebanyak tujuh buah, makanlah setiap hari sebiji permen saat menjelang tidur, jangan sampai lupa! harus tujuh hari berturut-turut dan jangan melalukan kegiatan keagamaan apapun selama tujuh hari itu, begitu pula di hari kedelapan, ingatlah saat hari ke delapan datang kemari ketika matahari telah tenggelam sepenuhnya," jelas mbah Mijan.
866 viewsOngoingAdded to Library 32 Times as percekcokan
Read
+Library
Jerat Pemikat

Jerat Pemikat

Laa ilaha illallah. Kudengar kalimat kalimat itu. Aku mendengarnya. Aku mendengarnya. Bahkan terdengar sangat keras hingga tangan yang tadinya memegang batu tebing terlepas dari sana. Aku jatuh. Aku memejamkan mata dan terasa seperti melayang. ** “Allahu Akbar,” teriak suara dengan keras dan beramai ramai. Aku membuka mata, kaget saat aku ternyata ada di tengah tengah orang berpeci yang mundur menjauhiku.
4.1K viewsCompletedAdded to Library 145 Times as percekcokan
Read
+Library
SUCI TAK PERAWAN

SUCI TAK PERAWAN

SUCI TAK PERAWAN 29 POV Kairo Dari kejauhan kulihat Cean seperti sedang berbicara dengan seorang teman, Kairav berteriak memanggil namaku saat bocah itu sadar aku memperhatikan mereka.
1017.9K viewsOngoingAdded to Library 394 Times as percekcokan
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status