CALON MERTUAKU
Dia melompat dan menginjak perutku sangat kuat.
Rasa sakitnya tak tertahankan lagi. Ada yang terasa hangat di hidungku. Aku mimisan parahnya lagi ada belatung yang keluar.
“Om, Om Andi, bangun.” Aku menggoyang-goyangkan tubuhnya. Sigap Om menoleh.
“Darah, Om, darah, lihat.” Aku menyeka hidungku, tapi kok tiba-tiba tanganku tidak ada darah.