Adik Pacarku yang Manis
Padahal AC kantor menyala, namun punggungku sudah basah oleh keringat.
Aku bisa merasakan mulut kecil yang lembut itu sedang bekerja untuk meredakan ketegangan tubuhku. Saat aku menunduk, aku dapat melihat sepasang mata yang jernih layaknya air itu.
Di mata itu kini terselip nafsu birahi yang membuncah, seperti kertas putih yang ternodai warna asing. Dan warna asing itu, tercipta karena diriku. Ada perasaan aneh yang perlahan menyebar di dalam hatiku, membuatku semakin terangsang. Aku bisa melihat mulut kecil itu terisi penuh, hingga pipinya sedikit mengembung.