Ada sesuatu yang magis dari lagu 'Can't Help Falling in Love'—entah itu melodi atau liriknya yang timeless. Kalau mau diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, aku lebih suka pendekatan yang mempertahankan nuansa puitisnya. Misalnya, 'Tak Kuasa Menahan Cinta' terdengar lebih natural ketimbang terjemahan harfiah seperti 'Tidak Bisa Membantu Jatuh Cinta'. Elvis Presley sendiri menyanyikannya dengan getar emosi yang dalam, jadi terjemahan harus bisa menangkap essence itu.
Aku pernah diskusi dengan teman-teman komunitas musik indie, dan kami sepilih bahwa terjemahan lirik lagu harus fluid, bukan word-per-word. Contoh baris 'Like a river flows surely to the sea' bisa jadi 'Seperti sungai mengalir pasti ke laut'—simpel tapi evocative. Intinya, terjemahan yang 'benar' itu subjektif, tapi selama roh lagunya tidak hilang, menurutku itu sah-sah saja.