DI BALIK SENYUM SANG CEO
"Aku tadi mau ngajak kamu bicara sesuatu ternyata pas ke sini kamu udah tidur dan kamar enggak terkunci, kalau tidur kamarnya kamu kunci aja khawatir ada apa-apa, aku punya kunci cadangan semua ruangan di sini, jadi kamu boleh menguncinya."
"Ooh, begitu. Apa yang ingin kamu bicarakan?"
Pertanyaan Kazumi membuat Moa menatap wajah pria itu untuk sesaat.
"Kamu enggak mau cerita kamu mimpi apa tadi? Kamu mengigau, kamu lagi-lagi bilang bukan pembunuh, sepertinya kejadian itu cukup membuat kamu menjadi trauma ya, kamu boleh lho cerita sama aku."
"Aku tidak ingat jelas, aku hanya ingat aku dianggap membunuh seseorang, dan aku enggak tahu seseorang itu siapa."
Hot Chapters