Selubung Memori
“Ibu minta dijemput.”
“Itu cuma mimpi, Kak, percayalah.” Reila mengambil napas panjang—dia benar-benar lebih kacau dari yang kupikirkan. Dia berusaha mengendalikan napas. “Yah, aku jelas berpengalaman soal ini. Bukan cuma Kakak yang mendapat semua itu. Mungkin ini siklus yang wajar dialami oleh orang yang kehilangan. Berulang kali bermimpi tentang orang yang pergi—aku sering memimpikannya. Dulu—saat aku tidak punya petunjuk apa-apa soal keluarga dan yang kutahu hanya ayah, ibu gugur, dan kau hilang—aku sering bermimpi Ibu. Berulang kali aku diberi harapan oleh mimpiku sendiri kalau Ibu masih bisa diselamatkan.” Reila menarik napas lagi, menarik ingus. “Tapi... yah, tidak. Tidak ada. Itu cuma
ตอนยอดนิยม