Batal Menikah Karena Tak Punya Ayah
“Tentu, pembicaraan soal kita berdua kan? Ayo kita bicarakan sambil makan.”
“Kita bertiga, Ma. Aku, Mama dan Mas Kemal.” Fenita meraih tangan Kemal. “Mama, aku akan menikah dengan Mas Kemal. Jadi yang menjadi urusanku, otomatis Mas Kemal juga harus tahu.”
Kedua perempuan cantik itu saling bertatapan. Seakan sedang mengadu kekuatan pancaran mata. Namun lima detik kemudian, Mama Erna memalingkan wajah.