여기 morning person banget와 관련된 100개의 소설이 있습니다. 일반적으로 morning person banget와 같은 이야기는 Romansa, Lainnya 및 Rumah Tangga 등의 다양한 종류에서 만나볼 수 있습니다. GoodNovel에서 Jejak Cinta dari Berlin ke Christchurch부터 시작해보세요!
Meskipun terdengar seperti hanya minum teh di pagi hari, sebenarnya morning tea lebih dari itu.
Morning Tea merujuk pada istirahat singkat di pertengahan pagi, biasanya sekitar pukul 10.00 -10.30 pagi di mana orang-orang akan berhenti dari pekerjaan mereka untuk minum teh, kopi, dan menikmati cemilan ringan.
"Well jika kamu memaksa, ok deh” kekeh Nadya.
“Sebenar nya jika kalian tidak mau, tidak apa - apa sih, aku juga tidak akan memaksa” kekeh Charlie.
Dewi batinku menjerit kegirangan.
Baru jam delapan pagi, waktu yang cukup banyak jika aku tidak menyia-nyiakannya. Aku meluncur ke dalam ritual pagiku dengan fokus penuh militer; olahraga singkat untuk mengusir gugup, telur orak-arik, semangkuk buah, dan kopi, kuat… Selalu kuat. Terutama di hari-hari seperti hari ini ketika taruhannya tinggi.
KETIKA MAS GAGAH TIBA 17
Ini pagi yang berbeda. Dia yang membuat hariku cerah tidak akan menunjukkan wajah. Nata. Nama itu serupa mentari yang menyorot setiap pagi.
Aku duduk di atas kasur menekuk lutut. Jam dinding menunjukkan pukul tiga dini hari. Sudah biasa setiap pagi bangun di jam ini. Jiwa serupa memiliki alarm, tidak bisa bablas meski sehari saja.
"Gue sayang sama lo."
- Gray Nicklaus, It's Ours
🎀
Jasmine tidak menyangka akan menghirup udara segar di pagi hari, sangat pagi, saat dirinya dan yang lain tidur sekitar pukul 3 pagi. Tapi lihatlah dirinya sekarang? Matanya masih segar seperti baru bangun. Dan sekarang baru jam 5 pagi. Dia tidak tahu harus melakukan apa di jam segini. Orang-orang pun ia yakin pada belum bangun dan kemungkinan akan bangun di siang hari.
Braak braakk brukk
Aku terlonjak kaget dan bangun dari tidurku dengan terpaksa,waktu sudah menunjukkam pukul 9 pagi, gil* ternyata sudah siang sekali,tapi kenapa ribut sekali di luar ganggu tidurku saja! Apa yang di lakukan Parjo dan bibi sehingga menimbulkan suara bising itu!
Aku keluar untuk melihat apa ya sedang terjadi, loh ada apa ini kenapa di rumahku ramai sekali orang!
Sebuah kabar buruk bagi situasinya saat ini untuk menahan mual dan rasa sakit pada perutnya hingga menjelang matahari terbit.
Jade yang malang tetap memaksakan dirinya untuk berangkat ke kantor pagi ini. Karena ada rapat penting yang harus dihadiri jam 9 pagi dan jam 3 sore nanti. Ia memutuskan untuk beristirahat disela-sela waktunya hingga jam rapat tiba dalam kamar, di ruangan kantornya.
"Morning Dazzlene." Sapa Alicia membantingkan bokongnya di kursi kerjanya. Ia terlambat bangun pagi ini disebabkan tidur terlalu larut. Maksudku, terlalu nyenyak...
Meskipun udah aku larang, ibu tetap ingin membantuku.
Tepat pukul 03.00 dini hari aku terbangun. Seperti biasa tak lupa sholat tahajud dan sholat Sunnah lainnya. Barulah setelah itu berkutat di dapur sampai Mita muncul pukul 04.00 pagi.
Empat hari pun berlalu.
“Ada apa ini ramai-ramai di depan rumahku,” tiba-tiba muncul Bang Jun berkacak pinggang dekat kerumunan orang yang tengah antri menunggu pesanan.
Nanti akan aku bbuktikan pada mereka, kalau Mae bisa sukses di kota.
Saat adzan subuh, aku bergegas mandi dan berganti pakaian. Pak Didi juga sudah siap. Dia ngajak aku untuk pergi pagi-pagi agar belum banyak orang yang bangun. Biasanya di kampung ini orang-orang mulai keluar sekitar jam 6 pagi. Ada yang pergi ke sawah, ke kebun dan juga membersihkan halaman.
Aku jadi seperti majikan paling galak yang menuntut ini dan itu.
“Enggak payah, ini Mbak. Gampil ini, cepetan diminum selagi hangat. Terus mandi lihat tuh, sudah jam 9 pagi. Malu sama ayam. He he ....” Tunjuk Susanti.
Seketika aku melihat ke arah jam dinding. Ya Allah yang benar saja aku bangun jam 9 pagi. Ini rekor terbaruku bangun paling siang. Pantas saja aku merasa lebih enakan ternyata aku tidur cukup lama. Tadi pagi memang aku menahan kantuk yang teramat sangat.
Tapi ia tidak memiliki bayangan bagaimana ia bisa tidur di ranjang milik Morgan yang dikenalnya.
Bianca tersentak saat ada pergerakan lain yang berada di sampingnya.
“Morning, Baby,” ucap Morgan dengan suara serak khas orang baru bangun tidur. Mata tajamnya mencoba beradaptasi dengan sinar matahari yang memasuki retinanya dengan cepat.