Istri Ke-4 Tuan Tanah
Sumi tersenyum kembali, “Ini hanya luka kecil. Sebentar lagi pasti sembuh. Apa lagi tabib yang merawatku sangat handal, apa yang kalian kawatirkan?”
“Siapa yang melakukannya, Mbak?” Iis masih tak terima.
“Aden Bima, Ndoro Iis.” Pelayan pribadi Sumi menjawabnya dengan lancang.
Iis menoleh, “Bagaimana bisa?!”
Sumi menarik tangan Iis agar mengabaikan ucapan pelayan itu. Tak lama Ratih datang dengan putranya, Sumi memilih untuk mengganti topik pembicaraan saja. “Putraku sudah datang.” Sumi dengan susah payah mencoba duduk dengan benar, meski perutnya terasa begitu luar biasa.