Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mengejar Berondong

Mengejar Berondong

‘Berondong Mulut Cabe Setan’, adalah julukan yang diberikan Xavera pada Tezza, karena pria muda itu selalu mengeluarkan kata-kata ketus yang cukup pedas, tetapi berbanding terbalik dengan tindakannya yang selalu perhatian pada Xavera. ‘Tante Ratu Iblis’, panggilan favorit yang diciptakan oleh Tezza spesial untuk Xavera. Alasannya karena wanita dewasa itu selalu berupaya keras merayu, menggoda, mengejar dirinya dengan tingkah laku yang sulit untuk ditebak. ‘Mantan Dajall’, adalah julukan yang disematkan Xavera untuk Kellan. Mantan kekasihnya yang tidak terima ia putuskan secara sepihak. Kellan selalu menghantui ke mana pun ia pergi dan menghalalkan segala cara agar Xavera kembali kepadanya. Perpisahan Xavera Grizelle dan Kellan Hilaire membawa berkah tersendiri untuk wanita berusia tiga puluh tahun itu. Tidak disangka, pertemuan tidak sengaja Xavera dengan Tezza Bailey, seorang pria asing yang berbicara kaku, bermulut tajam, justru membuat Xavera merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama. Segala upaya dilakukan Xavera demi meluluhkan Tezza yang identitasnya sangat misterius. Berulang kali Xavera mencoba mengajak Tezza untuk berpacaran, tetapi terus ditolak. Akan tetapi, Kellan juga berusaha keras untuk mengajak Xavera kembali menjalin hubungan dengannya. Akankah usaha Xavera mengejar cinta Tezza membuahkan hasil? Ataukah Xavera kembali kepada Kellan untuk melanjutkan hubungannya yang sempat putus?
1070.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai mulut buaya
Baca
+Pustaka
Biarkan Aku Bahagia Meski Sekejap

Biarkan Aku Bahagia Meski Sekejap

Nursindahliana
Rifqah Dzakiyyah Tsurayya' Zahirah atau yang biasa dipanggil Riri, dijodohkan dengan Haikal Leonard Perdana yang merupakan anak dari sahabat ayahnya, yang ternyata telah memiliki kekasih. Meski awalnya menolak untuk dijodohkan, namun akhirnya Riri pasrah dan menerima perjodohan agar membuat orang tuanya bahagia. Walaupun ia tahu, bahwa Haikal terlihat sekali tidak menyukainya. "Akhirnya lo bangun juga. Lama banget lo bangunnya? Gue nungguin lo dari tadi. Karena sekarang lo udah bangun, jawab pertanyaan gue. Anak siapa yang ada dalam kandungan lo itu? Gue nggak pernah nyentuh lo, jadi nggak mungkin itu anak gue. Sebenarnya anak siapa itu?" cerca Haikal sinis. "Jaga mulut kamu, ya, Mas! Aku nggak berhubungan sama siapa pun. Mas pikir Mas siapa? Sampe Mas bebas ngehina aku sesuka hati Mas. Mas pikir siapa yang ngelakuin semua ini? Ini perbuatanmu, Mas! Mas udah memperkosa aku waktu Mas mabuk berat malam itu. Mas yang udah ngehancurin masa depanku. Sekarang aku hamil karena perbuatan Mas, tapi dengan teganya Mas ngefitnah aku? Aku benci sama kamu! Pergi dari sini! Aku nggak mau liat muka kamu lagi. Aku benci! Pergi ...!" Riri menangis dan berteriak histeris mengusir Haikal dengan melemparkan barang-barang yang dapat digapainya.
1010.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 330 kali sebagai mulut buaya
Baca
+Pustaka
Katakan Saja Ini Takdir

Katakan Saja Ini Takdir

odipee
"Waah, hadiah di pertemuan pertama dengan satu tamparan, bukankah ini keterlaluan," racau Vee. "Harusnya kau menciumku, atau bagaimana kalau kita di ranjang saja, bukankah kau ahli untuk urusan seperi itu Nona Rose?" Rose tercekat bagai menelan duri, ditatapnya nanar pria di depannya, ada apa ini, bagaimana pun Rose dapat menyaksikan betapa frustasinya seorang Vee Kanesh Bellamy, disamping perkataan ngawurnya, Rose melihat kedalam kelam matanya yang terlihat menyimpan beribu kegelisahan, Rose sangat mengenal Vee, namun perkataan yang baru saja diterimanya sangat menyakitkan. Rose ingin menimpali, namun Vee lebih mendahului. "Aku dengar kau kembali dengan putrimu, aah apakah itu hasil pegulatanmu yang menjijikkan dengan si Jeffry, atau kah dengan pria lain diluar sana?" Lagi, Rose merasakan panas di telapak tangannya yang baru saja hinggap di pipi tirus si pria, ia tidak pernah membayangkan sedikitpun kata-kata bak belati yang perih saat menyayat seluruh tubuhnya itu keluar dari mulut orang yang paling dicintainya namun, detik ini juga, orang itu adalah orang yang paling di bencinya. "Jangan bicara lebih atau kau akan menyesal di setiap ucapanmu, dan saat itu terjadi, aku pastikan kau tidak akan mendapatkan apa-apa walau kau mencoba sujud sekalipun," ucap Rose dingin menatap sengit pria yang masih menampilkan tingkah angkuhnya.
1019.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 380 kali sebagai mulut buaya
Baca
+Pustaka
Sentuhan Nakal Adik Iparku

Sentuhan Nakal Adik Iparku

"Setiap kali kamu bilang 'tidak', tubuhmu justru bergetar bilang 'iya'. Jangan bohongi aku, Renxia. Aku bisa rasakan detaknya di kulitmu …" Renxia menggigit bibir bawahnya, suaranya gemetar campuran marah dan terhanyut oleh hembusan napas Andre di telinganya. "Aku … aku nggak boleh … ini salah, Andre … tapi kenapa … kenapa sentuhanmu selalu bikin aku lemah …" Renxia merasakan sentuhan jemari itu di sepanjang lengannya, napas panas lelaki muda itu seakan membakar telinganya. Renxia tidak pernah bermimpi menikah dengan seorang dosen terhormat sekaligus pria dewasa yang terlalu sempurna dan … terlalu sibuk. Pernikahan mereka adalah hasil perjodohan yang dijalani dengan dingin, tanpa gairah, dan tanpa sentuhan. Tapi semua berubah ketika Andre masuk dalam kehidupan rumah tangga mereka. Andre, adik ipar Renxia yang muda, liar, dan tak tahu sopan santun. Lelaki itu masuk ke rumah mereka seperti badai, menantang batas, dan menyentuh luka-luka dalam jiwa Renxia yang bahkan tak pernah diakui keberadaannya. Satu tatapan. Satu sentuhan. Satu kalimat sarkastik dari mulut Andre cukup untuk mengacak-acak seluruh pertahanan Renxia. Saat kesepian makin tajam dan suaminya terus menghilang tanpa kabar, Renxia terjebak dalam permainan berbahaya antara menjadi istri yang setia … atau wanita yang jatuh ke dalam pelukan dosa.
1036.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai mulut buaya
Baca
+Pustaka
Luka Yang Kutinggalkan

Luka Yang Kutinggalkan

Dengan kursi roda, aku memasuki aula pesta ulang tahunku yang diadakan oleh Willy. Aula yang tadinya ramai itu langsung hening seketika saat melihatku. Orang-orang yang datang ke sini masing-masing punya tujuan sendiri dan jelas bukan untuk merayakan ulang tahunku. “Itu si Joice, tunangan cacatnya Pak Willy?” “Iya, tapi sebenarnya Pak Willy itu cintanya sama Nona Anna. Barusan aku lihat mereka ciuman di pojokan.” Mereka menutupi mulut dengan gelas anggur sambil membicarakanku dengan seenaknya, mengira aku masih sama seperti dulu, cacat dan tuli. Namun, yang mereka tidak tahu, pendengaranku sudah pulih minggu lalu. Jadi, semua hinaan mereka sudah bisa kudengar jelas sekarang. Dan tunanganku, Willy hanya berdiri di samping tanpa menghentikan omongan mereka. Sepertinya dia lupa, aku jadi seperti ini karena menyelamatkannya. Saat kecelakaan itu, akulah yang mendorongnya menjauh dan aku sendiri tertabrak mobil. Saat aku berhasil diselamatkan, Willy pun bersumpah akan menjagaku seumur hidup. Tapi, hanya waktu tiga tahun saja, dia sudah berubah. Ponselku berdering. “Nona Joice, replika jenazahmu sudah selesai. Mohon balas pesan ini untuk konfirmasi, maka layanan kematian palsu akan langsung aktif. Kami akan mengirimkan jenazah itu ke pernikahanmu dengan Pak Willy dalam lima hari.” Tanpa ragu, aku menekan tombol konfirmasi. Willy, selamat atas pernikahanmu.
35.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai mulut buaya
Baca
+Pustaka
Tak Ada Maaf Bagi Pengkhianat

Tak Ada Maaf Bagi Pengkhianat

Kakak London meninggal. Ibunya mengusulkan agar dia memikul dua tanggung jawab keluarga sekaligus, dengan menikahi istri kakaknya yang sedang hamil, Sharon. Namun, permintaan itu ditolak mentah-mentah. "Lillian adalah nyawaku. Aku rela nggak mewarisi posisi ketua mafia. Aku nggak akan pernah mengkhianati istriku!" Aku sangat terharu oleh kesetiaan London. Namun tanpa sengaja, aku mendengar percakapan antara London dan ibunya. "Anak dalam kandungan Sharon jelas-jelas anakmu. Kenapa kamu nggak mau menikahinya?" London mengembuskan asap rokok. Tatapannya jauh ke depan. "Aku sudah berjanji pada Sharon untuk meninggalkan keturunan bagi kakakku. Tapi urusan ini hanya di antara kami. Kalau Lillian sampai tahu, aku pasti tamat!" Ibu London berkata dengan tidak senang, "Kenapa memangnya kalau dia tahu? Dia sendiri nggak bisa melahirkan, masa kita harus membiarkan Keluarga Tahir nggak punya keturunan?" Dengan nada tajam, London menyela, "Kalau Lillian tahu, dia pasti akan meninggalkanku. Aku nggak bisa hidup tanpa dia! Kalau Ibu masih ingin gendong cucu, tutup mulut Ibu!" Aku pergi dengan tubuh gemetar. Darah di sekujur tubuhku perlahan menjadi dingin. London sangat mengenalku. Dalam cinta, aku tak bisa menoleransi sedikit pun kesalahan. Jadi setelah dia mengkhianatiku, aku memutuskan untuk pergi.
7.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 307 kali sebagai mulut buaya
Baca
+Pustaka
Pandu Kesatria Genda Yaksa

Pandu Kesatria Genda Yaksa

CahyaGumilar79
Dengan demikian, Pandu sudah tidak resah lagi. Ia kembali melanjutkan perkelahiannya dengan Andaresta. Tangan kanannya melesat cepat hinggap di wajah Andaresta, pukulan tersebut membuat Andaresta terjatuh dan bermuntahkan darah. Setelah menghujami Andaresta dengan beberapa pukulan keras mengenai wajahnya. Tiba-tiba saja Pandu terjatuh sambil memekik menahan hawa panas di sekujur tubuhnya. Hal tersebut tentu dimanfaatkan oleh Andaresta, ia bangkit dan langsung melesat ke udara meninggalkan tempat tersebut. Karena saat itu, ia pun sudah mengalami luka parah akibat hantaman tenaga dalam yang dilancarkan oleh Pandu. "Tolong aku Paman!" teriak Pandu kesakitan. Dari mulut dan telinganya tampak mengalir darah segar begitu derasnya. Damara pun segera melangkah terpincang-pincang menghampiri Pandu yang sedang kesakitan. Saat itu, ia langsung membantu membangunkan Pandu. "Racun dalam tubuhmu sudah mulai bereaksi," ujar Damara. "Duduklah! Paman akan segera membantu mengeluarkan racun di dalam aliran darahmu!" sambung Damara, kedua tangannya memegangi tubuh Pandu. Tanpa bisa menjawab lagi, tiba-tiba saja tubuh Pandu tergeletak di hadapan Damara. Pemuda itu sudah tak sadarkan diri. Damara bergegas menotok seluruh peredaran darah di tubuh Pandu. Kemudian, ia segera mengeluarkan racun tersebut dengan kekuatan tenaga dalamnya. #Ksatria #pejuang #kerajaan #fantasi #CahyaGumilar79 #pendekar #silat #goodnovel
1022.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 824 kali sebagai mulut buaya
Baca
+Pustaka
Pilihan yang Menghancurkan

Pilihan yang Menghancurkan

Aku sedang hamil delapan bulan dan menghadiri sebuah gala amal bersama suamiku, Bos Reyhan Dirgantara, ketika keluarga saingan menyerang kami. Kerumunan langsung panik. Seseorang mendorongku hingga aku terjatuh keras ke lantai. Darah berceceran di mana-mana. Reyhan kehilangan kendali, berteriak memanggil tenaga medis, putus asa ingin menyelamatkan bayiku. Namun ketika aku terbangun, mereka sudah pergi. Keduanya. Tidak ada bayi, tidak ada Reyhan. Aku teringat pada suara tembakan, dan Reyhan melindungiku dengan tubuhnya. Rasa takut yang dingin menyelimuti dadaku. Aku memaksa diri duduk di kursi roda dan meluncur cepat menyusuri lorong. Saat itulah aku mendengar percakapan Reyhan dan dokter itu. "Bos, maafkan saya. Kami sudah melakukan segala yang kami bisa. Bayinya … tidak berhasil diselamatkan." Air mata mengalir di wajahku. Mereka membunuh bayiku. Keluarga saingan itu membunuh bayiku. Tapi kata-kata berikutnya menghancurkan duniaku! "Hanya ada satu tim medis. Saya harus membuat pilihan. Selena … dia juga sedang mengandung anakku." Reyhan menghela napas, lalu memberi perintah, "Jangan ada yang memberi tahu Kayla. Dia akan membesarkan putra Selena sebagai anaknya sendiri. Dia akan menjadi satu-satunya ahli warisku." Aku menutup mulut dengan tangan, pandanganku kabur oleh air mata saat berbalik pergi. Pria yang kucintai ternyata penuh kebohongan! Baiklah. Jika dia menginginkan perang, akan kuberikan.
23.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 474 kali sebagai mulut buaya
Baca
+Pustaka
Ketika Cinta Itu Habis

Ketika Cinta Itu Habis

Pada tahun ketujuh pernikahannya dengan Sean Jonanta, tanpa sengaja Dessy Linardi mendengar putranya bertanya pada sang ayah dengan polos, "Papa, kenapa sih Tante Yanne nggak bisa jadi mamaku?" Dessy terpaku. Tante Yanne … Yanne Karnata? Mantan pacar pertama Sean? Saat dia masih bertanya-tanya apakah dirinya salah dengar dan hendak menanyakan maksudnya, sebuah mobil tiba-tiba melaju kencang ke arah putranya. Tanpa sempat berpikir panjang, Dessy refleks berlari dan mendorong anaknya menjauh. Brak! Benturan keras itu membuatnya langsung hilang kesadaran. Ketika kembali membuka mata, Dessy melihat suami dan putranya berdiri dengan selamat di samping ranjang rumah sakit. Dia pun menghela napas lega. Namun, baru saja hendak menenangkan mereka dan mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja, tiba-tiba dia teringat ucapan putranya sebelum kecelakaan terjadi. Entah kenapa, dia mendadak berpura-pura kebingungan sambil menatap mereka. "Maaf … aku nggak ingat apa-apa sekarang." Ayah dan anak yang berdiri di depan ranjang sempat terpaku sesaat, lalu buru-buru memanggil dokter. Setelah pemeriksaan selesai, dokter pun menyimpulkan, "Pasien mengalami memar di otak akibat kecelakaan. Kondisi itu bisa menyebabkan amnesia sementara." Setelah dokter pergi, Dessy masih mempertahankan ekspresi bingungnya. "Kenapa aku bisa kecelakaan? Kalian siapa, ya? Apa hubungan kalian sama aku?" Sean mengernyit, seperti ingin mengatakan sesuatu. Namun sebelum dia sempat membuka mulut, terdengar suara polos penuh semangat mendahuluinya. "Kamu itu pengasuh di rumah kami!"
1.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai mulut buaya
Baca
+Pustaka
CINTA YANG DI NANTIKAN

CINTA YANG DI NANTIKAN

Rania
Seorang gadis berjalan begitu cepat dengan langkah lebar membawa nya ketengah jalan tanpa menghiraukan kendaraan yang berlalu lalang, ia menangis membengkap mulut nya dengan kedua tangannya.Hingga suara klakson menyadarkan nya. Ia linglung kaki nya berat untuk melangkah hingga terdengar suara memanggilnya.ia melihat nya laki-laki itu di sebrang kanan jalan berlari memanggil-manggil namanya sekali lagi kaki nya berat untuk melangkah sehingga suara klakson mobil itu semakin keras di telinganya."Sudah semuanya berakhir" batin gadis itu. Kemudian ia melihat laki-laki itu lagi kemudian tersenyum manis seakan melihatkan pada laki-laki itu bahwa ia baik-baik saja.Tiiinnn TiiinnnBrakkkTubuhnya terhempas dengan keras semua nya sudah berakhir benar-benar berakhir" Eren " teriakan itu masih ia dengar dengan senyum manisnya, ia melihatnya laki-laki yang ia Cintai menuju ke arahnya dengan cepat kemudian memangku kepalanya"Erenn bangun sayang bangun" katanya dengan lirih saat melihat kekasihnya terbaring tak berdaya dengan berlumuran darah."Ma..af " isak gadis itu dengan Lirih laki-laki itu menggelengkan kepalanya dengan cepat,bukan ini yang ia mau tuhan."Tidak sayang bangun, kamu sudah berjanji padaku untuk selalu bersamaku" katanya dalam isakanya"Ma.af kan.a..ku" kemudian kedua mata gadis itu tertutup berlahan bersamaan dengan nafas yang tak lagi ada."Tidak sayang jangan tinggal kan aku, Eren bangun...bangun." teriaknya dengan keras"Erennn"Brakk
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai mulut buaya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
121314151617
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status