Gerimis Bulan Desember
lanjutnya yang membuatku makin mabuk.
“Em …,” aku hanya menggumam kehabisan susunan kata.
“I love you, Bridgia. I love, love, love, love, love you!” ucap Inu yang kali ini membuatku tepar.
“Kayak ucapan cintamu serius aja, Mas,” gumamku grogi.
“Aku sangat serius, Brie. Kalau hatimu peka, kamu bakal merasakan kalau aku beda. Semua yang kulakukan nggak cuma buat kamu percaya cinta, tapi karena kamu pantas dicintai.”