Bittersweet Revenge
“Mau pagi, siang, malam, juga nggak ada bedanya, kan?”
Belum sempat memberi jawaban, Indah lebih dulu memekik karena tubuhnya tiba-tiba terangkat dan berada di gendongan Sabda ala bridal.
“Mas—”
“Sudah sah, In,” sela Sabda membawa tubuh sang istri menuju ke kamarnya.
“Tapi, kan, belum malam.” Debaran jantung Indah mulai tidak terkendali. Berdegup kencang semaunya, tanpa bisa dicegah sama sekali.
Bab Populer