Nikahi Aku atau Aku Mati
“Selagi masih dalam batas wajar, aku akan melakukannya. Anggap aja ini sebuah perjuangan. Perjuangan meraih cinta pertama. Cinta pada pandang pertama, lebih tepatnya. Ah, memang konyol. Tapi, ini nyata.“ Nirmala tersenyum penuh harapan menatap ke arah lorong yang ke depannya pasti akan akrab dilewati--sebuah lorong yang bisa membawanya ke perpustakaan kampus sekaligus beberapa fasilitas ruangan untuk mahasiswa-mahasiswi jurusan IT.
Dan, benar saja, hari pertama memulai perjuangan itu, Nirmala bisa melihat sosok pemuda impian, meski hanya sekilas, karena dia sedang di kelas. Itu pun bisa melihat karena pintu terbuka saat ia melintas bersamaan dengan salah satu mahasiswa yang telat masuk. Jant
Bab Populer